MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Tak Sekadar Menjaga, Rutan Makassar Perkuat Pembinaan Spiritual Warga Binaan Bersama PGI dan Kemenag

Rutan Kelas I Makassar bersama PGI Wilayah Sulselra dan Kemenag Kota Makassar membahas penguatan program pembinaan kerohanian bagi warga binaan.

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Pembinaan warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar tidak hanya diarahkan pada aspek keamanan dan ketertiban. Penguatan mental dan spiritual turut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Komitmen tersebut diperkuat melalui audiensi Rutan Kelas I Makassar bersama Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Sulselra dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar. Pertemuan itu membahas penguatan program pembinaan kerohanian serta peluang kolaborasi dalam pelaksanaannya.

Berdasarkan pembahasan dalam audiensi tersebut, sejumlah rencana program pembinaan keagamaan disiapkan untuk memberikan pendampingan spiritual secara lebih berkelanjutan kepada warga binaan. Pembinaan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi aktivitas keagamaan, tetapi turut mendorong pembentukan karakter dan penguatan mental.

Kepada media, Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Makassar menegaskan, sinergi dengan lembaga keagamaan dan instansi terkait diperlukan agar proses pembinaan warga binaan dapat berjalan secara lebih optimal dan humanis.

“Kami menyambut baik sinergi dan kolaborasi bersama PGI Wilayah Sulselra dan Kementerian Agama Kota Makassar. Pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memberikan penguatan mental dan spiritual, serta menumbuhkan harapan bagi warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, kehadiran Ketua PGI Wilayah Sulselra, Pdt. Yohanis Metris, M.Th., M.M., menjadi bagian dari penguatan komitmen kolaboratif tersebut. Audiensi diarahkan untuk membangun pola pembinaan kerohanian yang dapat dilaksanakan secara konsisten di lingkungan Rutan Kelas I Makassar.

Penguatan pembinaan spiritual menjadi relevan karena masa menjalani pidana juga merupakan bagian dari proses pembinaan. Pendekatan keagamaan diharapkan dapat memberikan ruang refleksi sekaligus membangun kesadaran warga binaan untuk memperbaiki diri.

Di sisi lain, kolaborasi dengan PGI Wilayah Sulselra dan Kemenag Kota Makassar membuka ruang bagi keterlibatan lebih luas dari unsur keagamaan dalam mendukung program pemasyarakatan, khususnya pada aspek pembinaan mental dan spiritual.

Rutan Kelas I Makassar berharap sinergi tersebut dapat diterjemahkan menjadi program nyata, terukur, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga binaan.

Sebab, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga kondisi rutan tetap aman dan tertib, tetapi juga dari sejauh mana warga binaan memperoleh bekal untuk menjalani proses perubahan dan kembali beradaptasi secara positif di tengah masyarakat.

Rutan Kelas I Makassar Bersinergi, Membina, dan Menguatkan Harapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini