Fakta Misteri Kematian Bripka DP Terkuak, Ayah Ungkap Dugaan Penganiayaan Senior
MAKASSAR, MATANUSANTARA –- Misteri kematian Bripka Dirja Pratama (Bripda DP) menimbulkan kejanggalan serius yang menguatkan dugaan penganiayaan oleh senior di lingkungan kepolisian.
Ayah almarhum, Aipda Muhammad Jabir, menegaskan bahwa kabar awal kematian yang diterima keluarga, yakni karena sakit, bertolak belakang dengan kondisi jenazah.
“Kemarin subuh dia masih sempat bicara dengan ibunya, kondisinya baik-baik saja. Tapi beberapa jam kemudian kami mendapat kabar bahwa anak kami meninggal dunia. Kami sangat terkejut,” kata Aipda Jabir kepada media.
Kematian Bripda DP Meledak, Kakek Nyaris Ngamuk Desak Transparansi Total
Setelah melihat langsung jenazah, keluarga menemukan luka lebam di sejumlah bagian tubuh dan sisa darah yang keluar dari mulut korban. Curiga atas kejanggalan ini, keluarga memindahkan jenazah ke RS Bhayangkara Makassar untuk dilakukan visum dan pemeriksaan forensik menyeluruh.
Ketegangan meningkat ketika kakek almarhum, emosi pecah di ruang post mortem Dokpol Polda Sulsel, Senin (23/2/2026) pukul 23.56 WITA. Pria paruh baya tersebut menuntut keadilan atas kematian cucunya dan menegaskan, peristiwa ini harus diusut tuntas oleh institusi penegak hukum.
Jenazah Bripka DP diterima keluarga setelah dilakukan visum oleh tim Dokpol Polda Sulsel, Senin dini hari (24/2/2026) pukul 00.00 WITA. Suasana haru pecah saat jenazah dibawa ke rumah duka di Kabupaten Pinrang.
Bripka DP bertugas di Direktorat Samapta Polda Sulsel. Dugaan sementara, kematiannya terkait penganiayaan internal.
Menindaklanjuti kejadian ini, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel memeriksa sejumlah personel yang diduga mengetahui peristiwa tersebut.
“Kami belum bisa memastikan apakah korban dikeroyok atau tidak. Yang pasti, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap enam orang, termasuk rekan satu angkatan dan senior korban. Tidak menutup kemungkinan jumlah saksi akan bertambah,” ujar Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Effendi di Makassar, Minggu (22/2).
Propam Polda Sulsel bergerak cepat untuk mengungkap fakta di balik kematian yang tragis ini, memastikan seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel. (RAM)

Tinggalkan Balasan