MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Kebakaran Tinumbu Makassar Hanguskan 8 Bangunan, 33 Warga Terdampak! 9 KK Butuh Bantuan Mendesak

Kebakaran di Jalan Tinumbu Lorong 132, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Makassar, menghanguskan delapan unit bangunan dan berdampak pada 33 jiwa dari sembilan kepala keluarga. (Dok/Spesial/Humas. Baznas).

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Kebakaran yang melanda permukiman warga di Jalan Tinumbu Lorong 132, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, menghanguskan delapan unit bangunan dan menyebabkan 33 jiwa dari sembilan kepala keluarga (KK) terdampak. Pascakejadian, warga membutuhkan bantuan kebutuhan dasar serta layanan pembersihan untuk mendukung pemulihan lingkungan tempat tinggal mereka.

Berdasarkan laporan Baznas Tanggap Bencana Kota Makassar yang diperbarui Sabtu (10/10/2026) pukul 08.00 Wita, kebakaran tersebut berdampak pada sembilan keluarga dengan total 33 jiwa. Meski tidak dilaporkan adanya korban meninggal dunia, hilang, maupun luka-luka, dampak terhadap tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari warga menjadi perhatian dalam penanganan pascabencana.

Data yang dihimpun mencatat, warga terdampak terdiri atas 16 orang dewasa, 14 anak-anak, satu balita, dan dua orang lanjut usia. Rinciannya meliputi 10 laki-laki dewasa, enam perempuan dewasa, 10 anak laki-laki, empat anak perempuan, satu balita perempuan, serta masing-masing satu lansia laki-laki dan perempuan.

Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu prioritas bagi keluarga terdampak. Dalam laporan yang sama, Baznas Tanggap Bencana Kota Makassar mencatat kebutuhan mendesak berupa pakaian dalam pria dan wanita, *hygiene kit*, *family kit*, perlengkapan kebersihan, serta terpal.

Selain bantuan logistik, warga juga membutuhkan layanan pembersihan untuk membantu penanganan lingkungan pascakebakaran. Kebutuhan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan setelah delapan unit bangunan dilaporkan hangus terbakar.

Informasi kejadian dihimpun dari warga terdampak selaku pemilik rumah, Dinas Sosial Kota Makassar, BPBD Kota Makassar, dan Pemerintah Kelurahan Bunga Ejaya. Dalam laporan pembaruan tersebut, kondisi cuaca di lokasi tercatat cerah.

Namun, data yang diterima belum memuat penyebab kebakaran, waktu awal kejadian, identitas pemilik bangunan, maupun taksiran kerugian material. Karena itu, informasi mengenai asal api dan besaran kerugian belum dapat dipastikan berdasarkan laporan tersebut.

Peristiwa ini menegaskan kebutuhan penanganan pascakebakaran yang tidak hanya berfokus pada pendataan korban, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar dan pembersihan lingkungan. Bagi sembilan keluarga yang terdampak, bantuan yang sesuai kebutuhan menjadi penting untuk menunjang proses pemulihan setelah musibah tersebut. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini