SKANDAL MORAL: Oknum TNI AL Diduga Jadi Predator Santri Hafiz Al-Quran, Modus ‘Sayang’ Berujung Pelecehan Brutal!
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Institusi TNI Angkatan Laut kembali tercoreng oleh ulah oknumnya. Sebuah skandal memuakkan mencuat ke publik setelah Advokat Mohammad membongkar dugaan aksi predator seksual yang dilakukan oleh anggota TNI AL berinisial RBP alias Bayu. Korbannya tak main-main: YF (15), seorang anak yatim piatu penghafal (Hafiz) 7 juz Al-Quran.
Melalui unggahan di akun @Advokatmohammad (14-15 Februari 2026), tabir gelap perilaku menyimpang sang abdi negara ini dikuliti habis. YF dipaksa melayani nafsu bejat pelaku berkali-kali dalam kurun waktu setahun terakhir.
Modus ‘Sugar Daddy’: Ponsel dan Makan Enak Tukar Harga Diri
Bak serigala berbulu domba, RBP diduga menggunakan jerat materi untuk melunakkan korbannya. Dengan dalih mengajak jalan-jalan ke mall, membelikan ponsel, hingga makan mewah, pelaku justru menggiring korban ke dalam mobil untuk dieksploitasi secara seksual.
“Modusnya bagaimana? Diajak jalan? Ke mall, beli handphone, makan? Setelah itu kalian bercumbu di mobil, dipaksa?” cecar Mohammad dalam video wawancara yang viral tersebut.
YF, dengan sisa keberaniannya, mengonfirmasi seluruh kekejian itu. “Iya, dipaksa,” cetus korban. Informasi yang dihimpun, aksi asusila ini telah terjadi lebih dari 10 kali sejak Oktober 2024 hingga awal 2025 di wilayah Bekasi.
Fakta yang paling menyayat hati adalah latar belakang YF. Di tengah perjuangannya menjaga hafalan Al-Quran, ia justru harus menghadapi trauma mendalam.
“Bismillah. Namanya YF, usianya baru 15 tahun. Dia sudah hafal 7 juz Al-Quran. Ayahnya sudah meninggal, ibunya sakit-sakitan. Dia mengalami pelecehan seksual lebih dari 10 kali di Bekasi. Tolong bantu viralkan agar YF mendapatkan keadilan!” tegas Mohammad dengan nada geram.
Dalam upaya klarifikasi via telepon pada Minggu (15/02), RBP sempat mencoba berlindung di balik narasi “kasih sayang”. Namun, kepiawaian Mohammad dalam mencecar membuat oknum berseragam ini tak berkutik dan mengakui perbuatan nistanya.
Namun, alibi yang dilemparkan RBP justru semakin memicu emosi publik. Ia mengklaim dirinya “khilaf” dan menyatakan bahwa ia hanya meminta korban melakukan tindakan asusila terhadap dirinya.
“Betul, saya akui. Saya suruh dia masukkan alat kelamin ke bagian belakang saya. Saya khilaf, Pak. Saya salah, cuma semua fasilitas saya berikan buat dia. Saya betul-betul sayang sama dia,” dalih RBP tanpa rasa malu.
Bahkan, ia secara terang-terangan mengakui memiliki kelainan orientasi seksual (LGBT) dan mengaku sedang menjalani terapi. “Iya, saya akui saya sakit, Pak. Saat ini saya masih lakukan pengobatan terapi,” ungkapnya.


Tinggalkan Balasan