MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Usai Markas Pendi Diratakan, Giliran Kampung Sapiria Digerebek! Pesan Tegas AKBP Lulik Sebelum Bergerak

Ilustrasi Kasat Resnarkoba Polrestabes Makassar AKBP Lulik Febyantara memberikan arahan kepada jajaran personel nya sebelum melancarkan aksi razia yang digelar Jumat sore, 16 Oktober 2026. (Dok/Spesial/Chatgpt/Matanusantara).

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Penindakan terhadap dugaan peredaran narkotika di Kota Makassar kembali menjadi sorotan. Setelah Pendi, sosok yang disebut polisi sebagai salah satu target operasi di kawasan Borta, diamankan, kali ini wilayah yang dikenal dengan sebutan “Sapiria” turut menjadi perhatian dalam operasi yang diduga melibatkan tim gabungan kepolisian.

Informasi mengenai operasi tersebut diketahui awak media melalui unggahan akun Instagram Tranding_Makassar dan status WhatsApp Kanit III Satresnarkoba Polrestabes Makassar, Iptu Firdaus, pada Jumat (16/10/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rekaman yang beredar memperlihatkan Kasat Resnarkoba Polrestabes Makassar, AKBP Lulik Febyantara, memberikan arahan kepada jajarannya.

Dalam video lain yang beredar di media sosial, tampak sejumlah personel Brimob bersenjata lengkap bersama armadanya berjaga di akses masuk sebuah lokasi yang diduga menjadi sasaran operasi.

Dalam rekaman yang diunggah melalui status WhatsApp personel, AKBP Lulik terlihat bersama tiga kepala unit Satresnarkoba Polrestabes Makassar, yakni Kanit I AKP Sunardi, S.Pd., Kanit II Iptu Zaenal, dan Kanit III Iptu Firdaus.

Di hadapan jajarannya, AKBP Lulik menekankan agar personel tidak lagi ragu menghadapi dugaan peredaran narkotika. Ia juga mengingatkan bahwa kedekatan personal tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan informasi yang perlu ditindaklanjuti.

“Ini saya ingatkan rekan-rekan, kita enggak boleh ragu-ragu lagi. Kita enggak boleh kalah sama mereka ini. Para pengedar-pengedar ini kita enggak boleh kalah. Kita enggak boleh ragu-ragu lagi,” katanya dalam rekaman tersebut dikutip media ini, Sabtu (16/10).

Pernyataan itu menunjukkan penekanan pada keberanian dan soliditas internal dalam menjalankan tugas pemberantasan narkotika. Meski demikian, belum ada konfirmasi yang memastikan bahwa arahan tersebut secara khusus disampaikan menjelang penggerebekan di Sapiria.

AKBP Lulik juga meminta personelnya segera menyampaikan informasi yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika melalui koordinasi internal.

“Mereka sudah tahu risikonya. Ini rekan-rekan kalau bisa kenal, kenal sama mereka enggak usah enggak enak-enak. Begitu ada info, kasih di grup, kita keroyokan sama-sama. Paham rekan-rekan ya?” tutupnya dengan nada tegas.

Arahan tersebut menekankan pentingnya pertukaran informasi dan koordinasi antarpersonel agar setiap laporan dapat ditelaah, diverifikasi, serta ditindaklanjuti sesuai prosedur dan kewenangan hukum.

Perhatian terhadap Sapiria muncul setelah operasi gabungan yang menyasar kawasan Borta pada Jumat (9/10/2026). Dalam operasi sebelumnya, polisi mengamankan sebanyak 104 orang yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika, termasuk seorang berinisial P yang disebut telah lama menjadi target kepolisian.

Dalam konferensi pers di Lapangan Upacara Mapolrestabes Makassar, Sabtu dini hari (10/10/2026), Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menjelaskan bahwa terdapat tiga orang berinisial P, A, dan W yang diduga berperan sebagai bandar narkotika.

Konferensi pers itu turut dihadiri Direktur Reserse Narkoba Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Sugeng Sudarso, Wadir Ditresnarkoba AKBP Yudi Friyanto, S.I.K., M.H., serta Kasat Resnarkoba Polrestabes Makassar AKBP Lulik Febyantara.

Arya menyebut salah satu terduga pelaku berinisial P telah menjadi target kepolisian dan disebut sebagai residivis.

“Ada tiga. P, A, dan W. Ini yang satu memang sudah ditarget, sudah dicari, dan inisialnya P. Ini juga residivis, sudah berkali-kali,” ungkap Arya.

Ratusan terduga yang telah menjalani tes urin, kata Arya, sebanyak 98 orang yang Positif mengandung metamfetamin jenis Sabu-sabu dan enam orang lainnya negatif.

Dari operasi tersebut, polisi menyita sabu seberat sekitar 10 gram, uang tunai Rp49.600.000 yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika, 104 set alat isap atau bong, dua unit timbangan, 26 telepon genggam, serta sejumlah saset kosong.

Barang bukti tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mendalami dugaan aktivitas peredaran narkotika, termasuk peran masing-masing orang yang diamankan.

Beredarnya video yang diduga memperlihatkan operasi di Sapiria kembali menyoroti upaya aparat dalam menindak dugaan peredaran narkotika di sejumlah titik Kota Makassar.

Hingga informasi ini disusun, tim redaksi masih berupaya mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari pihak kepolisian terkait data dan hasil penelusuran serta mengenai jumlah orang yang diamankan, barang bukti yang disita, maupun hasil resmi operasi yang dikaitkan dengan Sapiria.

Masyarakat pun menanti penjelasan resmi kepolisian mengenai hasil penindakan tersebut, termasuk apakah operasi itu berkaitan dengan pengembangan kasus Borta atau merupakan kegiatan terpisah. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini