Cegah Narkoba dan Geng Motor dari Rumah, Wakapolres Maros Serukan Gerakan Bersama Jaga Kamtibmas
MAROS, MATANUSANTARA –Pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Pengawasan orang tua, kepedulian masyarakat, dan sinergi dengan kepolisian menjadi kunci untuk membentengi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba serta keterlibatan dalam kelompok geng motor yang berpotensi memicu gangguan keamanan.
Pesan tegas tersebut disampaikan Wakapolres Maros, Kompol Andi Asdar, A.Md., S.Tr.Tra., saat mengikuti kegiatan Subuh Keliling (Suling) di Masjid Khaerul Ummah, Kompleks Terminal Marusu, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang diawali dengan salat Subuh berjamaah itu tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Wakapolres Maros hadir bersama sejumlah pejabat utama Polres Maros, Kapolsek Turikale, serta jamaah Masjid Khaerul Ummah. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat menjadikan kepedulian terhadap keamanan sebagai tanggung jawab bersama, bukan semata-mata dibebankan kepada aparat kepolisian.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing. Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat,” ujar Kompol Andi Asdar.
Menurutnya, upaya menciptakan lingkungan yang aman membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Kepedulian terhadap kondisi sekitar, komunikasi dengan aparat, serta keberanian menyampaikan informasi mengenai potensi gangguan keamanan dapat menjadi bagian dari langkah pencegahan sejak dini.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap peran keluarga dalam mengawasi perkembangan dan pergaulan anak. Orang tua diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membangun komunikasi, memberikan arahan, dan memahami aktivitas anak agar risiko terjerumus dalam perilaku negatif dapat dicegah.
“Pengawasan orang tua sangat penting. Mari kita bersama-sama menjaga dan mengarahkan anak-anak agar tidak terlibat dalam kegiatan negatif, seperti penyalahgunaan narkoba maupun geng motor yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.
Imbauan tersebut menegaskan pentingnya pendekatan pencegahan yang melibatkan keluarga dan lingkungan sosial. Pengawasan yang disertai perhatian dan komunikasi dinilai penting untuk membantu anak mengenali risiko pergaulan serta menghindari aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Selain menyampaikan pesan kamtibmas, kegiatan Subuh Keliling juga menjadi ruang dialog antara kepolisian dan masyarakat untuk membahas persoalan serta perkembangan situasi keamanan di wilayah hukum Polsek Turikale. Interaksi langsung tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan dan persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.
Pendekatan melalui kegiatan keagamaan menjadi salah satu sarana Polres Maros dalam membangun kedekatan dengan warga. Melalui komunikasi yang lebih terbuka, kepolisian berharap tumbuh kepercayaan serta kesadaran bahwa menjaga ketertiban merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.
Keamanan yang berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada penindakan setelah pelanggaran terjadi, tetapi juga pada kemampuan masyarakat mengenali dan mencegah potensi gangguan sejak awal. Karena itu, keterlibatan keluarga, tokoh masyarakat, dan warga menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.
Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, Polres Maros mendorong penguatan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, terutama dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah setempat.
Pesannya jelas: menjaga kamtibmas dimulai dari rumah, diperkuat oleh kepedulian masyarakat, dan dijaga melalui sinergi bersama kepolisian. (**).

Tinggalkan Balasan