MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Sentuh Sisi Kemanusiaan, Lapas Maros Dorong Lansia Tetap Produktif Lewat Kerajinan

Warga binaan lansia Lapas Kelas IIB Maros mengikuti pelatihan pembuatan kerajinan tangan melalui program SAPA LANSIA PAS dengan pendampingan instruktur dari Diskopurindag Kabupaten Maros.

MAROS, MATANUSANTARA — Pembinaan di balik tembok pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga membuka kesempatan bagi setiap warga binaan untuk terus berkembang. Semangat itulah yang dihadirkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros melalui pelatihan keterampilan bagi warga binaan lanjut usia dalam program SAPA LANSIA PAS.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan Pelatihan Kemandirian dalam Program Strategi Pelayanan Holistik Terintegrasi Bagi Warga Binaan Lansia Pemasyarakatan (SAPA LANSIA PAS) tersebut dilaksanakan dengan melibatkan instruktur dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Maros (Diskopurindag), Jumat (30/9).

Dalam pelatihan itu, warga binaan lansia mendapat pendampingan untuk membuat berbagai kerajinan tangan, di antaranya gelang dan tempat tisu. Melalui praktik langsung, mereka diberi ruang untuk mengasah kreativitas, melatih ketelitian, serta menghasilkan karya yang memiliki nilai guna.

Lebih dari sekadar kegiatan keterampilan, pelatihan ini menjadi bagian dari pendekatan pembinaan yang menempatkan warga binaan lansia sebagai individu yang tetap memiliki potensi untuk dikembangkan. Faktor usia tidak semestinya menjadi penghalang untuk belajar, berkarya, dan memperoleh kesempatan menjalani kehidupan yang lebih produktif.

Keterlibatan Diskopurindag Kabupaten Maros juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pemberdayaan warga binaan. Pendampingan instruktur diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis yang bermanfaat sekaligus memperluas kemampuan peserta dalam menghasilkan produk kerajinan.

Program SAPA LANSIA PAS mengedepankan pelayanan holistik dan terintegrasi bagi warga binaan lanjut usia. Pelaksanaannya tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga memperhatikan aspek pemberdayaan, pengembangan kapasitas, dan pemenuhan hak-hak warga binaan dengan tetap menjunjung prinsip hak asasi manusia.

Kepada media, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Maros, Ali Imran, menegaskan bahwa pelatihan kemandirian merupakan bentuk komitmen untuk memberikan kesempatan yang setara bagi warga binaan lansia dalam mengembangkan potensi diri.

“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan lansia tetap mendapatkan ruang untuk belajar, berkarya, dan meningkatkan keterampilan. Melalui Program SAPA LANSIA PAS, kami berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya memperhatikan kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujar Imran.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Maros berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal berharga untuk mendukung kemandirian dan produktivitas mereka. Namun, keberlanjutan pendampingan dan kesempatan mempraktikkan keterampilan menjadi hal penting agar manfaat program dapat dirasakan secara nyata.

Upaya ini menegaskan bahwa pembinaan pemasyarakatan tidak semata-mata berorientasi pada pelaksanaan masa pidana. Dengan pendekatan yang inklusif dan humanis, warga binaan lansia tetap diberi ruang untuk mengembangkan kemampuan, menjaga kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pembinaan. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini