MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Lapas Parepare Gandeng Kemenag, Perkuat Fondasi Keagamaan Warga Binaan Lewat Fikih

Keterangan : Warga binaan Lapas Kelas IIA Parepare mengikuti pembelajaran ilmu fikih bersama pemateri dari Kementerian Agama Kota Parepare di Masjid At-Taubah, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan spiritual dan pembinaan kepribadian.

PAREPARE, MATANUSANTARA — Tembok pemasyarakatan bukan alasan untuk berhenti memperbaiki diri. Di balik kehidupan yang dibatasi ruang dan waktu, kesempatan untuk belajar, memperdalam keyakinan, serta membangun kesadaran baru tetap terbuka bagi setiap warga binaan.

Semangat itulah yang dihadirkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare melalui kolaborasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Parepare dengan menyelenggarakan pembelajaran ilmu fikih bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rabu (4/11/2026), kegiatan pembinaan keagamaan tersebut berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIA Parepare. Pembelajaran menghadirkan Ustaz Suardi, S.HI., M.Pd., dari Kementerian Agama Kota Parepare sebagai pemateri dan didampingi petugas Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik).

Dalam pembelajaran tersebut, warga binaan mendapatkan pendalaman ilmu fikih yang berkaitan dengan pemahaman hukum dan ketentuan dalam ajaran Islam, termasuk penerapannya dalam pelaksanaan ibadah dan kehidupan sehari-hari.

Materi yang diberikan menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman keagamaan yang lebih mendasar. Bukan sekadar mengetahui tata cara beribadah, tetapi juga memahami tuntunan agama sebagai pedoman dalam membentuk sikap, perilaku, dan tanggung jawab pribadi.

Kolaborasi dengan Kemenag Parepare ini sekaligus memperkuat dimensi pembinaan kepribadian di lingkungan pemasyarakatan. Sebab, proses pembinaan tidak cukup hanya diarahkan pada kepatuhan terhadap aturan selama menjalani masa pidana, tetapi juga perlu menyentuh kesadaran moral dan spiritual setiap individu.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Arman, yang juga menjabat Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU), menilai pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung proses perubahan diri warga binaan.

Melalui pembelajaran ilmu fikih, warga binaan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman agama, memperbaiki kualitas ibadah, serta menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Antusiasme peserta turut mewarnai pelaksanaan kegiatan tersebut. Bagi warga binaan, pembelajaran agama menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan baru sekaligus memperdalam pemahaman terhadap ajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah seorang warga binaan mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk menambah wawasan dan memperbaiki pemahaman keagamaan. Ia berharap pembelajaran serupa dapat terus dilaksanakan sehingga ilmu yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi bekal untuk memperbaiki diri.

Sinergi Lapas Parepare dan Kementerian Agama Kota Parepare ini menunjukkan bahwa pembinaan pemasyarakatan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh.

Pengembangan keterampilan, pembentukan kedisiplinan, dan penguatan spiritual merupakan bagian yang saling melengkapi dalam mempersiapkan warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

Pada akhirnya, masa pembinaan semestinya menjadi ruang untuk melakukan refleksi, mengenali kekurangan, dan membangun komitmen menjalani kehidupan yang lebih baik.

Karena keberhasilan pembinaan bukan semata-mata ketika seseorang menyelesaikan masa pidananya, melainkan ketika ia mampu kembali ke masyarakat dengan kesadaran, tanggung jawab, dan tekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini