MAKASSAR, MATANUSANTARA –Aktivis dari Lembaga Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi Sulawesi Selatan (PUKAT Sulsel) ikut menyoroti Polres Sidrap pasca dilepasnya ketiga mobil truk tangki yang diduga memuat bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar subsidi ilegal pada hari Kamis sore (28/03/2024).
Sorotan aktivis tersebut mendesak Polres Sidrap agar memperlihatkan dokumen resmi dari Depok pengisian BBM milik PT. Pertamina Persero.
Dokumen tersebut kata Farid, tanda bukti solar subsidi yang diangkut oleh ketiga mobil truck yang berisi BBM jenis solar subsidi sebanyak 18 Ton milik PT Bulukumba Berkah Mandiri.
“Kepemilikan dokumen legalitas resmi suatu perusahaan tidak menjamin apa yang dijualnya sepenuhnya resmi, namun kuat dugaan saya solar yang dimuat ketiga mobil tersebut ilegal, lantaran terbukti tidak memiliki dokumen resmi dari Pertamina maka supir dan mobil truk tersebut digiring ke Mapolsek Watang Pulu beberapa hari lalu” ujar Direktur Pukat Sulsel, Farid Mamma SH, MH saat diwawancarai oleh cybertimurnews.com, Minggu (31/03/2024)
Mengapa demikian Direktur Pukat menduga solar yang diangkut oleh mobil truk milik PT Bulukumba Berkah Mandiri adalah solar ilegal lantaran Kasat Reskrim AKP Agung Rama Setiawan menyebut ketiga mobil truk tersebut dokumen perusahaan lengkap.
“Hanya dokumen perusahaan yang lengkap, terus dokumen resmi solar subsidi yang dikeluarkan oleh Depok ada gak, jika ada mengapa pada saat diperiksa supir mobil tersebut tidak mampu memperlihatkan dokumen yang saya maksud sehingga petugas pada saat itu menggiring ke Mapolsek, seandainya dokumen tersebut diperlihatkan mungkin petugas tidak menahannya” ujarnya
Penjelasan Kasatreskrim Polres Sidrap Dilepasnya 3 Mobil Tangki Pengangkut Solar Subsidi
Perlu dipahami, didalam suatu kasus yang ditangani seorang aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini oknum petugas Polres Sidrap, tidak mungkin dilakukan penahanan jika apa yang diselidikinya tidak ditemukan pelanggaran regulasi atau peraturan yang sebagai mana mestinya
“Jadi didalam suatu penyelidikan, oknum petugas kepolisian tidak bisa menahan jika tidak menemukan aktivitas melawan hukum, dalam hal ini seperti yang kita ketahui ketiga mobil tersebut diamankan pada hari Selasa dan dilepas pada hari Kamis, kemudian Kasat reskrim menyebut dilepasnya karena dokumen PT. Bulukumba Berkah Mandiri lengkap”
Padahal yang sangat penting diketahui, menurut Farid, dokumen resmi dari Depok Pengisian BBM tersebut yang lebih penting diketahui lantaran jika dokumen dari Pertamina mampu diperlihatkan otomatis ketiga mobil tersebut tidak akan ditahan selama itu,
Respon Bawaslu Terkait Video Dugaan Politik Uang di Rutan Sidrap
“Jadi perlu saya tegaskan kembali, dokumen resmi solar subsidi yang diangkut ketiga mobil itu, apa ada atau gak!?, jika gak ada berarti sudah pasti ilegal, kalau kita berbicara solar subsidi, Pihak Pertamina dan mitra kerjanya atau konsumen ketika melakukan pembelian di depok pengisian pasti akan diberikan dokumen resmi dari petugas Depok untuk menjadi pegangan si konsumen agar ketika terjaring swiping dalam perjalanan, petugas tidak akan menahannya” jelasnya.
Menurutnya pemilik perusahan PT Bulukumba Berkah Mandiri, yang diamankan dan dilepas oleh oknum petugas Polres Sidrap,
“ini dari ketiga mobil tersebut diduga solar yang diangkut oleh ketiga mobil truk tersebut diduga solar subsidi yang dikumpulkan dari para pengepul yang bermodus sebagai petani dan nelayan” ujar Farid
Lebih lanjut kata dia, “Kan banyak ya pengusaha solar di kota Makassar yang diduga nakal, menggunakan mobil siluman atau mengambil dari para pengepul untuk dikumpulkan lalu dibawa ke tambang-tambang agar bisa meraup ke untungan banyak, tidak herang para pengusaha berusaha melengkapi dokumen perusahannya agar bisa melancarkan aksinya” tegas Farid
Terakhir, kata Farid, semoga di hari Senin pekan depan, Kapolres Sidrap dan Kasat Reskrim bisa ikut memperlihatkan dokumen resmi solar subsidi yang diangkut ketiga mobil truk milik PT Bulukumba Berkah Mandiri dengan isi sebanyak 18 Ton.
Polres Wajo Tetapkan Oknum Guru di Bulukumba Jadi DPO Terkait Kasus Penyelundupan Solar Subsidi
“Jika pak Kapolres dan pak Kasat Reskrim bisa memperlihatkan dokumen asli dan resmi dari Pertamina, terkait solar subsidi yang diangkut oleh ketiga mobil truk tersebut saya akan berikan 4 jempol dan sangat apresiasi hal tersebut” tegas Farid.
Lebih lanjut beliau menjelaskan “Perluh saya jelaskan, saat ini, masih banyak yang belum faham terkait Solar subsidi yang dikeluarkan dari Depok resmi Pertamina untuk diberikan kepada sang mitra atau konsumen untuk sebagai pegangan, dan itu pulah dokumen tersebut sebagai bukti laporan Depok resmi Pertamina ke pusat, bahwa sekian Ton solar yang dikeluarkan hari ini” tegas Farid
Perkembangan Terkini Kasus Dugaan Selundupan Solar Subsidi Milik Oknum ASN Asal Bulukumba
Sebelumnya diberitakan tiga mobil truk pengangkut solar subsidi yang diamankan oleh petugas Polsek Watang Pulu jajaran Polres Sidrap sebanyak 18 ton pada hari Selasa malam, (26/03/2024) lantaran diduga solar ilegal, kini sudah dilepaskan.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Agung Rama Setiawan terkait dilepasnya ketiga unit mobil tangki berisi solar subsidi pada, Kamis sore (28/03/2024).
“Tiga unit mobil tangki pengangkut BBM Jenis Solar tersebut dilepas karena tidak ada alasan untuk di lakukan penahanan lebih lanjut. Berkas dan surat-surat usahanya lengkap dan telah di lampirkan. Sehingga ketiga supir itu di arahkan untuk kembali melanjutkan perjalannya ke Morowali Sulawesi Tengah,” Ujar Kasat Reskrim.
‘Misteri’ Penetapan DPO Oknum Guru di Bulukumba Tidak Dibarengi Surat Resmi
Aktivis Tantang Polres Sidrap Perlihatkan Dokumen Perusahan milik PT. Bulukumba Berkah Mandiri
Desakan ini, sebelumnya juga disuarakan Gerakan Perjuangan Aktivis Mahasiswa (GPAM) Sulsel. Ketua GPAM Sulsel, Yurdinawan sempat meminta polisi merilis dokumen PT Bulukumba Berkah Mandiri agar polemik lepasnya tangki BBM yang memuat Solar bisa diketahui publik dan tidak menimbulkan persepsi lain di masyarakat.
Dokumen yang dimaksud Yurdinawa antara lain, surat Izin Berusaha Berbasis Resiko, SK Kemenkumham Tentang Pengesahan PT Bulukumba Berkah Mandiri, Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup dan Sertifikat dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi. Termasuk, surat izin niaga minyak dan gas bumi (IUNMG) dan beberapa dokumen lainnya.
“Dokumen yang paling penting dan paling utama yang harus dimiliki pebisnis solar adalah IUNMG. Kalau ini tidak ada, maka bisnis BBM masih dianggap ilegal. Untuk itu saya berharap agar diperlihatkan surat suratnya yang dimaksud lengkap,” harapnya.
Polres Wajo Tetapkan Oknum Guru di Bulukumba Jadi DPO Terkait Kasus Penyelundupan Solar Subsidi
Selain itu, dia juga berharap agar polisi menjelaskan ke publik solar yang diangkut mobil tangki tersebut apakah solar industri atau subsidi. “Kalau solar industri, dia ambil di mana, harus ditunjukkan jangan hanya ngomong saja. Karena saya menduga solar tersebut adalah solar subsidi yang diselundupkan ke Morowali,” pungkasnya.
Atas Desakan tersebut, Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Agung Rama Setiawan, menanggapi dan berjanji akan siap memenuhi desakan publik agar aparat transparan menangani kasus tersebut.
“Berkas ada, dan kita siap memperlihatkan dokumen seperti permintaan publik,” tegasnya kepada awak media Jumat (29/03)
Menurutnya, sebagai bentuk transparansi, Kapolres melalui Kasat Reskrim mengagendakan untuk mengundang sejumlah pihak, termasuk media untuk merilis permintaan publik.
“Semua ada. Lengkap, semua bisa dilihat di kantor. Senin kita agendakan bapak Kapolres dan saya untuk pertemuan dengan teman media terkait hal itu,” tambah Agung Rama.
Langkah polisi ini, menyikapi desakan publik agar polisi memperlihatkan dokumen milik PT Bulukumba Berkah Mandiri.