MAKASSAR, MATANUSANTARA – Saat tensi politik dan keamanan di Jakarta sedang memanas akibat gelombang demonstrasi, Komisi XI DPR RI justru tercatat tengah berada di Australia. Kunjungan kerja (kunker) ke Canberra dan Sydney itu berlangsung sejak 26 Agustus 2025, memicu sorotan publik setelah viral di media sosial.
Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, membenarkan keberangkatan rombongan wakil rakyat tersebut. Ia menegaskan kunker itu bukan hanya dilakukan oleh Komisi XI, tetapi juga bersama mitra kerja seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Kementerian Keuangan, Bank BNI, hingga Bank BTN.
“Agendanya sudah lama dijadwalkan jauh sebelum ada peristiwa demo di Jakarta. Menurut jadwal, RUU P2SK harus diselesaikan di Panja pada 8 September 2025,” ujar Misbakhun, Sabtu (30/8).
Breaking News: 3 ASN Jadi Korban Jiwa Insiden di Gedung DPRD Kota Makassar
Agenda Komisi XI di Sydney dan Canberra disebut mencakup pemantauan penyaluran beasiswa LPDP serta kunjungan ke kantor perwakilan Bank BNI di Sydney yang baru dibuka kurang dari setahun.
Namun publik menyorot adanya agenda Sydney Marathon yang dikaitkan dengan kunjungan tersebut. Misbakhun langsung membantah tudingan itu.
Breaking News: Video Sejumlah Orang Terjebak di Dalam Gedung DPRD Makassar Saat Situasi Memanas
“Tidak ada agenda ke Sydney Marathon atau agenda lain selain rapat dengan pihak yang saya sebutkan. Itinerary itu dibuat bukan oleh pihak Sekretariat Komisi XI DPR RI,” tegas politisi Golkar itu.
Misbakhun menduga namanya dicatut dalam agenda lari tersebut karena dibuat oleh agen perjalanan yang digunakan Komisi XI. Ia menambahkan, pendaftaran event maraton internasional memang harus dilakukan setahun sebelumnya.
Breaking News: Memanas!! Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa
“Semua agenda resmi Komisi XI sudah selesai, dan saya dalam posisi perjalanan pulang. Saya pastikan tidak ikut maraton,” tegasnya.
Meski ada klarifikasi, sorotan publik tetap tajam mengingat kunker mewah ke luar negeri dilakukan di tengah situasi dalam negeri yang penuh ketegangan.
Editor: Ramli