Anak Krakatau Erupsi! Kapolri Perintahkan Jajaran Polri Siaga, Evakuasi Disiapkan
JAKARTA, MATANUSANTARA — Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai mendapat perhatian serius Polri. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh jajarannya meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan personel siap turun tangan menghadapi dampak abu vulkanik yang dilaporkan meluas ke sejumlah wilayah, termasuk Jabodetabek dan sekitarnya.
Perintah tersebut bukan tanpa alasan. Meluasnya dampak abu vulkanik berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, mobilitas warga hingga aktivitas pelayanan publik. Karena itu, Kapolda, Kapolres hingga Kapolsek diminta tidak menunggu situasi memburuk untuk kemudian bergerak, melainkan menyiapkan langkah antisipasi sejak awal.
“Untuk dampak vulkanik tolong untuk seluruh rekan-rekan agar siap siaga membantu masyarakat yang butuhkan bantuan Polri,” kata Sigit dalam instruksinya, Minggu (6/9/2026).
Sejalan dengan instruksi itu, seluruh Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) diminta memetakan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing. Pelayanan kepolisian harus dioptimalkan, sementara sosialisasi dan edukasi kepada warga diperkuat agar masyarakat memahami langkah yang harus dilakukan ketika terdampak abu vulkanik.
Salah satu perhatian utama adalah kesehatan. Paparan abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan, sehingga jajaran Polri diminta memastikan ketersediaan perlengkapan dasar sekaligus akses pertolongan medis bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Mulai dari masker, dampak ISPA yang perlu rujukan RS, atau mungkin air bersih dan lain yang diperlukan,” ujar Sigit.
Dari kebutuhan kesehatan, kesiapsiagaan kemudian diperluas pada kemungkinan terburuk. Apabila kondisi berkembang dan masyarakat harus meninggalkan wilayah terdampak, personel Polri diminta sudah memiliki kesiapan untuk mendukung proses evakuasi maupun pengungsian.
Untuk itu, Sigit meminta jajaran membangun koordinasi erat dengan pemerintah daerah, unsur kesehatan, kebencanaan serta instansi terkait. Langkah tersebut diperlukan agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri ketika kondisi di lapangan membutuhkan respons cepat.
“Termasuk evakuasi dan pengungsian bila diperlukan, dan masalah lain yang perlu kehadiran Polri. Termasuk membantu sosialisasi dan lain-lain,” tegas Sigit.
Instruksi Kapolri tersebut kemudian diterjemahkan menjadi langkah konkret di sejumlah daerah. Polda Lampung menyiapkan dukungan kesehatan dan distribusi masker kepada masyarakat. Kesiapan pelayanan juga diperkuat untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu diperlukan evakuasi atau penanganan kesehatan dalam jumlah besar.
Sementara itu, di wilayah Jawa Barat, Polres Bogor mengambil langkah antisipasi dengan membagikan masker kepada masyarakat. Abu vulkanik yang terpantau mencapai wilayah Kabupaten Bogor juga membuat kepolisian mengerahkan kendaraan Armored Water Cannon (AWC) untuk membantu membersihkan endapan abu di sejumlah ruas jalan utama.
Langkah perlindungan masyarakat juga dilakukan di Lampung Selatan. Personel kepolisian bersama Dinas Kesehatan membagikan masker sekaligus memberikan edukasi mengenai cara melindungi diri dari paparan abu vulkanik.
Tidak hanya wilayah permukiman yang menjadi perhatian. Dampak erupsi juga menyentuh sektor transportasi udara. Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Polresta Bandara Soekarno-Hatta Polda Metro Jaya menyiapkan pemeriksaan kesehatan dan pembagian masker bagi penumpang serta pengguna jasa bandara yang terdampak penundaan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dengan berbagai langkah tersebut, Polri tidak hanya menyiapkan respons terhadap dampak kesehatan, tetapi juga mengantisipasi gangguan lalu lintas, aktivitas masyarakat dan pelayanan publik. Kemungkinan kebutuhan evakuasi pun mulai dimasukkan dalam skenario kesiapsiagaan apabila kondisi berkembang.
Bagi Polri, kecepatan menjadi kunci. Personel di kewilayahan diminta mengetahui kebutuhan masyarakat dan mampu mengambil langkah sesuai situasi, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun instansi teknis sebelum persoalan berkembang menjadi lebih besar.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta tetap tenang namun tidak mengabaikan kewaspadaan. Warga yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik dianjurkan menggunakan masker, menjaga kondisi kesehatan dan mengikuti informasi serta arahan resmi dari pemerintah maupun petugas di lapangan.
Kapolri juga memastikan, ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, jajaran kepolisian harus hadir. Bukan hanya untuk mengamankan situasi, tetapi juga membantu masyarakat melewati dampak bencana dengan pelayanan yang cepat dan terkoordinasi.
Sebab ketika abu vulkanik mulai menyentuh ruang hidup masyarakat, yang dibutuhkan bukan sekadar imbauan, tetapi kesiapan nyata di lapangan. (**).

Tinggalkan Balasan