Apa Itu 5W+1H? Berikut Penjelasan Mudah Dipahami sebagai Fondasi Utama Jurnalisme
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Dalam dunia jurnalistik, akurasi dan kelengkapan informasi bukan sekadar persoalan etika, melainkan fondasi utama yang menentukan kualitas sebuah berita. Salah satu prinsip dasar yang wajib dipahami setiap jurnalis, baik pemula maupun profesional, adalah konsep 5W+1H.
Melalui ulasan singkat ini, Tim Mata Nusantara menjelaskan secara sederhana apa itu 5W+1H serta mengapa unsur tersebut menjadi fondasi utama dalam kerja jurnalistik. Pemahaman ini penting bagi Sahabat Mata Nusantara dan siapa pun yang ingin menulis berita secara benar, utuh, dan bertanggung jawab.
5W+1H merupakan rumus klasik dalam jurnalistik yang digunakan untuk memastikan sebuah peristiwa dilaporkan secara lengkap, objektif, dan mudah dipahami publik. Prinsip ini membantu jurnalis menghindari informasi yang bias, kabur, atau berpotensi menyesatkan.
Berikut Teknik Mudah Nulis Rilis Berita Sesuai Kode Etik Jurnalis
Secara sederhana, 5W+1H terdiri dari enam unsur pertanyaan mendasar yang harus terjawab dalam sebuah berita.
1. What (Apa) menjelaskan peristiwa atau kejadian utama yang diberitakan. Unsur ini menjadi inti berita yang harus disampaikan secara jelas sejak awal.
2. Who (Siapa) memuat pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa, baik sebagai pelaku, korban, saksi, maupun pihak berwenang yang relevan.
3. Where (Di mana) menunjukkan lokasi kejadian secara spesifik untuk memberikan konteks ruang kepada pembaca.
4. When (Kapan) menjelaskan waktu terjadinya peristiwa, karena aspek waktu sangat menentukan nilai aktualitas sebuah berita.
5. Why (Mengapa) menguraikan latar belakang atau penyebab terjadinya peristiwa. Unsur ini penting untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam, bukan sekadar informasi di permukaan.
6. How (Bagaimana) menjelaskan proses atau kronologi kejadian, termasuk bagaimana peristiwa tersebut berlangsung serta dampak yang ditimbulkannya.
Dalam praktik jurnalistik, keenam unsur ini tidak selalu disusun secara kaku, namun harus saling melengkapi dalam narasi berita. Berita yang hanya memuat sebagian unsur 5W+1H berpotensi menimbulkan tafsir keliru dan dapat melemahkan kepercayaan publik.
Bagi jurnalis, memahami 5W+1H bukan hanya soal teknik menulis, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral dalam menyampaikan fakta kepada masyarakat. Prinsip ini menjadi pagar etik agar berita tetap informatif, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan menguasai 5W+1H, jurnalis diharapkan mampu menyajikan informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, lengkap, dan bernilai edukatif bagi publik luas. (RAM)


Tinggalkan Balasan