MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Apel Pagi dan Kenaikan Pangkat, Lapas Narkotika Sungguminasa Konsolidasikan Etika, Kinerja, dan Legitimitas Aparatur

Prosesi penyematan pangkat kepada dr. Mushlih Imany Paramma oleh Kalapas Narkotika Sungguminasa dalam apel pagi.

GOWA, MATANUSANTARA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Sungguminasa mengonstruksi apel pagi sebagai arena konsolidasi normatif yang dirangkaikan dengan prosesi kenaikan pangkat, menegaskan korelasi antara legitimasi karier, disiplin institusional, dan akuntabilitas aparatur dalam tata kelola pemasyarakatan modern, Senin (04/05/2026).

Kegiatan yang diikuti seluruh jajaran pegawai tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, selaku pembina apel. Dalam perspektif kelembagaan, apel pagi tidak lagi dimaknai sebagai rutinitas administratif, melainkan sebagai mekanisme kontrol internal untuk menjaga kohesi organisasi, konsistensi kebijakan, serta stabilitas operasional di lingkungan Lapas.

Pada momentum tersebut, dr. Mushlih Imany Paramma secara resmi menerima kenaikan pangkat dari Pembina Tingkat I (IV/b) menjadi Pembina Utama Muda (IV/c). Penyematan pangkat oleh Kalapas merepresentasikan validasi negara atas rekam jejak profesional yang terukur, khususnya dalam fungsi pelayanan kesehatan yang menjadi salah satu sektor krusial dalam sistem pemasyarakatan.

“Selamat kepada dr. Mushlih atas kenaikan pangkat yang diraih. Ini merupakan bentuk kepercayaan negara atas dedikasi yang telah diberikan. Semoga ke depan dapat terus memberikan pelayanan terbaik, khususnya dalam bidang kesehatan bagi warga binaan,” ujar Gunawan.

Secara struktural, promosi jabatan pada level ini mengandung implikasi multidimensional: peningkatan otoritas formal, perluasan ruang pengambilan keputusan, serta eskalasi tanggung jawab etik. Aparatur yang memperoleh kenaikan pangkat dituntut menjadi referensi moral dan operasional dalam menjaga standar profesionalisme di lingkungan kerja.

Penegasan Kalapas terkait pentingnya menjaga marwah pemasyarakatan mencerminkan pendekatan governance berbasis integritas, di mana setiap tindakan aparatur tidak hanya dinilai dari kepatuhan prosedural, tetapi juga dari dampaknya terhadap kredibilitas institusi secara keseluruhan.

“Saya ingatkan kepada seluruh jajaran untuk tetap menjaga marwah pemasyarakatan. Tugas kita sudah jelas, jalankan dengan baik dan jangan sampai membuat hal-hal yang justru menambah persoalan atau mencoreng nama baik institusi, khususnya Lapas Narkotika Sungguminasa,” tegasnya.

Dalam konteks Lapas Narkotika yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap gangguan keamanan dan penyimpangan perilaku, penguatan etika kerja menjadi prasyarat utama dalam menjaga keseimbangan antara fungsi pengamanan dan pelayanan.

Rangkaian kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa Lapas Narkotika Sungguminasa mengadopsi paradigma merit system secara lebih substantif—menjadikan kompetensi, integritas, dan rekam jejak kinerja sebagai basis utama dalam mobilitas karier aparatur.

Lebih jauh, momentum ini memperkuat orientasi kelembagaan menuju tata kelola pemasyarakatan yang adaptif dan responsif, dengan menempatkan pelayanan kesehatan sebagai bagian integral dari strategi pembinaan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, apel pagi yang dirangkaikan dengan kenaikan pangkat tidak hanya berfungsi sebagai simbol penghargaan, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam mengonsolidasikan etika, kinerja, dan legitimasi aparatur pemasyarakatan dalam satu kerangka kebijakan yang terintegrasi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini