Apresiasi Mengalir Untuk Prestasi Percasi Makassar, Dugaan Pelanggaran Disiplin Atlet Tak Diabaikan
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Prestasi kontingen Percasi Makassar yang sukses finis sebagai juara umum kedua pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Sulawesi Selatan 2026 mendapat apresiasi. Namun di balik capaian tersebut, dugaan pelanggaran disiplin yang melibatkan sejumlah atlet senior tetap menjadi perhatian dan dipastikan akan diproses sesuai mekanisme organisasi.
Hal itu mengemuka dalam audiensi Pelaksana Tugas (Plt) Pengurus Kota Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Makassar dengan Ketua KONI Kota Makassar, Ismail, SH, di ruang kerjanya, Jumat (17/7/2026). Pertemuan tersebut membahas evaluasi Kejurprov Catur Sulsel 2026 di Kabupaten Bone sekaligus menyusun strategi pembinaan atlet menghadapi agenda nasional dan regional.
Ketua KONI Makassar didampingi Auditor Internal Ayuzar, ST., SH., MH., dan Ketua Bidang Sport Science Syahrir Torang, SE. Sementara rombongan Plt Percasi Makassar dipimpin Ketua Plt Percasi Makassar, Ir. Israwadi, ST., MH.
Dalam laporannya, Israwadi menyampaikan kontingen Makassar berhasil meraih posisi runner-up klasemen umum pada Kejurprov yang berlangsung 9–12 Juli 2026 di Kabupaten Bone.
“Kontingen Percasi Makassar berhasil menjadi juara umum kedua dengan raihan satu medali emas di kategori senior putri. Kami hanya terpaut satu medali emas dari Kabupaten Luwu Timur yang menjadi juara umum dengan dua medali emas. Selain itu, atlet junior juga menyumbangkan dua medali perak kategori U-19 putra dan putri, satu medali perak kategori U-13, serta dua medali perunggu kategori U-19 dan U-13,” ujar Israwadi, dikutip media ini, Sabtu (18/07/2026)
Selain memaparkan capaian prestasi, Israwadi juga mengungkap adanya laporan dugaan pelanggaran disiplin yang melibatkan sejumlah atlet senior.
Menurutnya, laporan tersebut mencakup dugaan tidak mendukung pelaksanaan Kejurprov, memengaruhi atlet lain agar tidak mengikuti agenda resmi Percasi, hingga tindakan yang dinilai bertentangan dengan etika organisasi.
Meski demikian, ia menegaskan seluruh proses akan dilakukan secara profesional dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.
“Apabila seluruh dugaan tersebut terbukti melalui proses yang berlaku, Percasi Makassar akan memberikan sanksi sesuai ketentuan organisasi, termasuk kemungkinan skorsing sehingga yang bersangkutan tidak dapat mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Kami juga akan mengusulkan pergantian atlet apabila diperlukan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembinaan atlet tidak hanya diukur dari capaian medali, tetapi juga dari integritas, disiplin, dan komitmen menjaga marwah organisasi.
Sementara itu, Bendahara Percasi Makassar, Idermawan, S.Or., M.Pd., WNP, menjelaskan seluruh pembiayaan mulai dari seleksi Pra-Kejurprov hingga pelaksanaan Kejurprov bersumber dari bantuan KONI Makassar yang telah melalui proses rasionalisasi anggaran.
Menurutnya, masih terdapat sisa anggaran karena beberapa atlet senior batal mengikuti Kejurprov. Dana tersebut telah dikembalikan ke rekening Percasi Makassar dan diusulkan kembali untuk mendukung pembinaan atlet menuju Kejuaraan Nasional Catur di Banten pada Oktober mendatang, sekaligus persiapan Porprov dan Pra-PON Sulawesi Selatan.
Menanggapi laporan tersebut, Ketua KONI Makassar, Ismail, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih kontingen Percasi Makassar.
“Kami mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih dan menyampaikan apresiasi kepada pengurus Plt Percasi Makassar beserta seluruh atlet yang telah berjuang mengharumkan nama Kota Makassar di Kejuaraan Provinsi,” katanya.
Terkait dugaan pelanggaran disiplin, Ismail menegaskan proses penanganannya merupakan kewenangan organisasi cabang olahraga. Namun, pihaknya juga akan meminta klarifikasi langsung kepada atlet yang dilaporkan sebagai bagian dari upaya memperoleh gambaran yang utuh.
Ia juga mendorong agar sisa anggaran dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat pembinaan atlet, termasuk pemberian penghargaan kepada atlet berprestasi, serta mengingatkan Plt Percasi Makassar agar segera menindaklanjuti mandat penyelenggaraan Musyawarah Kota (Muskot) sesuai mekanisme organisasi dan berkoordinasi dengan Pengurus Provinsi Percasi Sulawesi Selatan.
Audiensi tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi pembinaan olahraga catur di Kota Makassar, sekaligus menegaskan komitmen bahwa prestasi atlet harus berjalan beriringan dengan disiplin, etika organisasi, dan tata kelola yang profesional. (***)

Tinggalkan Balasan