MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Bangun Karakter & Kepedulian Sosial, Rutan Makassar Bekali Warga Binaan Ilmu Penyelenggaraan Jenazah Sesuai Syariat

Petugas dan warga binaan Rutan Kelas I Makassar mengikuti pelatihan penyelenggaraan jenazah yang dipandu Ustadz Mursyidul Haq Hasta, Lc. Kegiatan pembinaan kepribadian ini bertujuan memperkuat pemahaman syariat Islam, membangun karakter, serta menanamkan nilai kepedulian sosial sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar terus menguatkan pembinaan kepribadian berbasis spiritual sebagai bagian dari proses pembentukan karakter warga binaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah yang digelar di Masjid Rutan Makassar dengan melibatkan petugas dan warga binaan sebagai peserta.

Kegiatan yang menghadirkan Ustadz Mursyidul Haq Hasta, Lc. sebagai narasumber ini menjadi lebih dari sekadar pelatihan teknis.

Program tersebut dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, serta tanggung jawab moral melalui pemahaman dan praktik penyelenggaraan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.

Peserta mendapatkan pembekalan secara komprehensif, mulai dari teori hingga simulasi praktik memandikan, mengafani, menyalatkan, sampai proses pemakaman jenazah. Metode pembelajaran ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang utuh sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara benar ketika dibutuhkan di tengah masyarakat.

Dalam penyampaian materinya, Ustadz Mursyidul Haq Hasta, Lc. menegaskan bahwa penyelenggaraan jenazah merupakan fardu kifayah, sehingga setiap muslim memiliki tanggung jawab moral untuk memahami tata cara pelaksanaannya sesuai syariat.

“Mengurus jenazah bukan sekadar tata cara, tetapi bentuk penghormatan terakhir kepada sesama muslim. Karena itu, ilmu ini penting dipelajari agar dapat dilaksanakan dengan benar sesuai syariat,” jelasnya.

Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Makassar, Rustanto, mengatakan bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya diarahkan pada peningkatan keterampilan kerja, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan spiritual, serta penanaman nilai-nilai kemanusiaan yang akan menjadi bekal saat warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

Menurutnya, ilmu penyelenggaraan jenazah memiliki nilai ibadah sekaligus nilai sosial yang sangat tinggi karena mengajarkan kepedulian, keikhlasan, empati, serta tanggung jawab terhadap sesama.

“Penyelenggaraan jenazah merupakan ilmu yang sangat penting bagi setiap muslim. Kami berharap pelatihan ini menjadi bekal yang bermanfaat bagi petugas maupun warga binaan, sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian, tanggung jawab, dan semangat untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Rustanto.

Pelatihan tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah seorang warga binaan mengaku memperoleh pengalaman berharga yang sebelumnya belum pernah dipelajari secara langsung.

“Selama ini saya belum pernah belajar tata cara penyelenggaraan jenazah secara benar. Melalui pelatihan ini saya mendapatkan ilmu baru yang sangat bermanfaat dan semoga bisa saya amalkan ketika kembali ke masyarakat nanti,” ungkapnya.

Bagi Rutan Makassar, pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dari proses rehabilitasi sosial. Melalui kegiatan seperti ini, warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan keislaman, tetapi juga dibimbing untuk membangun kesadaran moral, memperkuat akhlak, serta meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan komitmen Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Mulyadi, yang terus mendorong pelaksanaan pembinaan pemasyarakatan secara menyeluruh melalui pendekatan intelektual, spiritual, mental, dan sosial guna mempersiapkan warga binaan menjadi pribadi yang produktif setelah kembali ke masyarakat.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Rutan Kelas I Makassar menegaskan bahwa lembaga pemasyarakatan bukan hanya menjadi tempat menjalani pidana, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membentuk manusia yang lebih berkarakter, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu berkontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini