Bukan Sekadar Dialog! Rutan Makassar Buka Ruang Aspirasi, Pelayanan Warga Binaan Jadi Sorotan
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Di balik tembok rumah tahanan, suara warga binaan tetap memiliki arti. Pertanyaan, keluhan, hingga aspirasi yang disampaikan bukan sekadar percakapan biasa, melainkan bagian penting dalam memastikan pelayanan pemasyarakatan berjalan secara terbuka, responsif, dan manusiawi.
Prinsip tersebut tercermin melalui kegiatan dialog dan tanya jawab yang digelar Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar bersama Kepala Subseksi Administrasi dan Perawatan, Jessica Iskandar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan ini menghadirkan ruang komunikasi langsung bagi warga binaan untuk menyampaikan berbagai persoalan, pertanyaan, serta masukan terkait pelayanan yang mereka terima selama berada di lingkungan Rutan Makassar.
Tidak hanya menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk menyampaikan aspirasi, forum tersebut juga membuka ruang bagi petugas untuk memberikan penjelasan secara langsung mengenai berbagai aspek pelayanan dan administrasi perawatan.
Di sinilah komunikasi dua arah menjadi penting. Sebab, kualitas pelayanan tidak cukup hanya diukur dari terlaksananya prosedur administratif, tetapi juga dari kemampuan petugas memahami kebutuhan serta merespons persoalan yang disampaikan warga binaan.
Kasubsi Administrasi dan Perawatan Rutan Kelas I Makassar, Jessica Iskandar, menegaskan bahwa setiap masukan memiliki arti penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan.
“Setiap pertanyaan dan masukan dari warga binaan merupakan hal yang penting untuk kami dengarkan. Melalui komunikasi seperti ini, kami dapat memahami kebutuhan mereka dan terus melakukan perbaikan pelayanan,” ungkap Jessica.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keterbukaan komunikasi menjadi salah satu pendekatan yang perlu terus dibangun dalam penyelenggaraan pelayanan pemasyarakatan.
Lebih jauh, forum dialog semacam ini memiliki nilai strategis apabila setiap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi, ditindaklanjuti sesuai kewenangan, dan menghasilkan perbaikan pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh warga binaan.
Rutan Makassar pun berkomitmen menghadirkan pelayanan yang responsif, transparan, dan humanis dengan mengedepankan keterbukaan serta kepedulian terhadap kebutuhan warga binaan.
Sebab, status sebagai warga binaan tidak menghilangkan hak seseorang untuk memperoleh pelayanan yang layak, menyampaikan aspirasi, dan mendapatkan penjelasan atas kebutuhan yang berkaitan dengan pelayanan pemasyarakatan.
Dalam perspektif pelayanan publik, kesediaan mendengar merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan. Petugas tidak hanya dituntut menjalankan prosedur, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap persoalan memperoleh perhatian secara proporsional.
Karena itu, dialog yang dibangun Rutan Makassar diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Konsistensi, pencatatan aspirasi, serta tindak lanjut yang terukur menjadi faktor penting agar keterbukaan komunikasi benar-benar memberikan dampak.
Pada akhirnya, pelayanan humanis bukan tentang seberapa banyak petugas berbicara kepada warga binaan, melainkan seberapa sungguh-sungguh setiap suara didengarkan dan setiap persoalan mendapatkan perhatian.(**)

Tinggalkan Balasan