MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Dari Balik Jeruji untuk Ketahanan Pangan, Warga Binaan Rutan Pangkep Beternak Ayam Petelur

Warga binaan Rutan Kelas IIB Pangkep merawat ayam petelur sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan dukungan terhadap ketahanan pangan.

PANGKEP, MATANUSANTARA — Dari balik jeruji, warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkep menjalani aktivitas produktif dengan beternak ayam petelur. Puluhan ayam dipelihara secara rutin sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus dukungan terhadap ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

Berdasarkan kegiatan yang berlangsung Rabu (30/9/2026), warga binaan terlibat langsung dalam seluruh proses pemeliharaan ayam. Mulai dari membersihkan kandang, memberikan pakan dan vitamin, hingga mengumpulkan telur dilakukan secara rutin dengan pengawasan petugas.

Dalam kegiatan tersebut, Rutan Pangkep juga berkolaborasi dengan peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan. Kolaborasi itu menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman praktis kepada warga binaan dalam mengelola kegiatan peternakan secara terarah.

Bukan sekadar aktivitas harian, budidaya ayam petelur diarahkan menjadi sarana pembentukan keterampilan. Warga binaan dilatih memahami pola pemeliharaan ternak, menjaga kebersihan kandang, memenuhi kebutuhan pakan, hingga memastikan ayam tetap dalam kondisi terawat.

Dari proses tersebut, aspek kedisiplinan dan tanggung jawab juga menjadi bagian penting dalam pembinaan. Setiap pekerjaan dilakukan secara rutin dan membutuhkan konsistensi agar hasil budidaya dapat berjalan dengan baik.

Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Pangkep, Rachmat Efendy, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan yang diharapkan memberikan bekal nyata bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, warga binaan belajar bagaimana merawat dan mengelola ternak secara rutin. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama di Rutan bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Menurut Rachmat, pembinaan kemandirian menjadi salah satu ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan melalui kegiatan yang produktif selama menjalani masa pidana.

Budidaya ayam petelur tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan Rutan Pangkep terhadap program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI dalam memperkuat ketahanan pangan melalui kegiatan produktif di lingkungan pemasyarakatan.

Konsep pembinaan itu menempatkan warga binaan bukan hanya sebagai peserta kegiatan, tetapi juga sebagai pelaksana yang belajar mengelola pekerjaan secara bertanggung jawab.

Dari kandang sederhana di lingkungan rutan, proses pembinaan tersebut diharapkan dapat melahirkan keterampilan yang memiliki nilai guna setelah warga binaan menyelesaikan masa pidananya.

Dengan pengembangan budidaya ayam petelur secara berkelanjutan, Rutan Pangkep terus mendorong kegiatan produktif yang menggabungkan pembinaan kemandirian warga binaan dengan dukungan terhadap ketahanan pangan. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini