MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Di Balik Jeruji Ada Janji Suci Terucap: Warga Binaan Rutan Makassar Resmi Menikah di Gereja

Seorang warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar melangsungkan prosesi pernikahan di gereja dengan difasilitasi oleh petugas rutan sebagai bentuk pemenuhan hak warga binaan dan dukungan terhadap proses pembinaan yang humanis serta berorientasi pada pemulihan kehidupan sosial dan keluarga.

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Suasana haru dan penuh makna menyelimuti prosesi pernikahan seorang warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar yang berlangsung khidmat di sebuah gereja. Di tengah masa pembinaan yang dijalani, janji suci tersebut menjadi simbol harapan, komitmen, dan kesempatan kedua untuk menata masa depan yang lebih baik.

Momen sakral itu tidak hanya menjadi peristiwa penting bagi kedua mempelai, tetapi juga mencerminkan komitmen Rutan Kelas I Makassar dalam menjunjung tinggi hak-hak warga binaan, termasuk hak untuk membangun keluarga dan menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing.

Dengan pengawalan dan fasilitasi dari petugas, prosesi pemberkatan berlangsung lancar dan penuh khidmat. Kehadiran keluarga serta orang-orang terdekat menambah suasana emosional yang mengiringi langkah baru pasangan tersebut dalam mengarungi kehidupan rumah tangga.

Kepala Subseksi Bantuan Hukum dan Penyuluhan (BHP) Rutan Kelas I Makassar, Djanwar Bakkara, menegaskan bahwa pemenuhan hak warga binaan merupakan bagian penting dari sistem pemasyarakatan yang mengedepankan pembinaan dan pemulihan kehidupan sosial.

“Kami berharap keluarga menjadi sumber kekuatan dan motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri serta menjalani pembinaan dengan baik,” ujar Djanwar.

Menurutnya, keluarga memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan proses pembinaan. Ikatan keluarga yang kuat dapat menjadi benteng moral sekaligus penyemangat bagi warga binaan untuk menjalani masa pidana dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Lebih dari sekadar seremoni, pernikahan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa setiap individu tetap memiliki hak dan kesempatan untuk memperbaiki kehidupan. Semangat itulah yang menjadi salah satu tujuan utama sistem pemasyarakatan, yakni membentuk warga binaan agar siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif.

Rutan Kelas I Makassar terus berupaya menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis, berkeadilan, dan berlandaskan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Berbagai program pembinaan yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada aspek hukum, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan mental, serta pemulihan hubungan sosial warga binaan dengan keluarga dan lingkungan.

Di balik tembok pembinaan, janji suci yang terucap hari itu menjadi pengingat bahwa harapan tidak pernah benar-benar hilang. Ketika kesempatan diberikan dan niat untuk berubah tetap terjaga, lembaran baru kehidupan selalu dapat dimulai.

Sebab pada akhirnya, pemasyarakatan bukan sekadar menjalani hukuman, melainkan tentang membangun kembali masa depan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini