Dibalik Dukungan Pengungkapan “Amunisi Aktif” Polres Maros, PUKAT Bongkar Celah J&T Express Manggala
MAROS, MATANUSANTARA –– Upaya penyelundupan puluhan butir yang diduga amunisi aktif melalui jalur ekspedisi kembali membuka ruang diskursus serius soal keamanan logistik nasional. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros bersama Regulated Agent PT Integrasi Aviasi Solusi Cabang Makassar berhasil menggagalkan pengiriman paket mencurigakan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Selasa (06/01/2026).
Kasatreskrim Polres Maros, AKP Ridwan Farel, mengonfirmasi pengungkapan tersebut dan menegaskan bahwa perkara masih berada pada tahap penyelidikan awal.
“Iye betul, saat ini masih dalam penyelidikan dan belum ada penetapan tersangka,” ujar AKP Ridwan kepada Matanusantara.co.id melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (10/1/2026).
Kasat Binmas Polres Maros Masuk Pesantren, Tekan Bullying Lewat Edukasi Hukum
Menurut Ridwan, barang bukti yang diamankan berupa selongsong amunisi yang saat ini sedang menjalani uji laboratorium balistik/forensik guna memastikan apakah masih aktif dan memiliki potensi membahayakan.
“Hanya selongsong. Ini yang kita uji lab, apakah masih aktif atau tidak dan apakah dapat membahayakan,” tegasnya.
Modus dan Pengakuan Terduga
Dari hasil pemeriksaan awal, terduga berinisial MIA (26) mengaku baru pertama kali melakukan transaksi. Kepada penyidik, ia berdalih selongsong tersebut rencananya akan dijual sebagai perhiasan.
“Baru pertamakali. Rencana mau dijual sebagai perhiasan,” ungkap Ridwan mengutip keterangan terduga.
Polisi memastikan selongsong tersebut diperoleh dari seorang teman dan menegaskan tidak ada keterlibatan oknum TNI maupun Polri. “Kami juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang disebut sebagai penjual,” tambahnya.
Terendus dari X-Ray Bandara
Kasus ini terungkap bermula saat petugas Regulated Agent mencurigai paket yang hendak dikirim dari Makassar menuju Semarang. Hasil pemindaian X-ray menunjukkan objek logam berisiko tinggi, sehingga langsung dilakukan koordinasi dengan aparat kepolisian.
Penelusuran jalur distribusi mengarah ke J&T Express cabang Manggala sebagai titik pengiriman awal. Ironisnya, pengirim diduga menggunakan identitas palsu dengan nama “Dark Archive” dan alamat fiktif.
“Dari rekaman CCTV terlihat jelas yang bersangkutan datang sendiri mengirim paket,” ungkap AKP Ridwan.
PUKAT Sulsel: Jangan Ada Yang Ditutupi
Direktur Pusat Kajian Advokasi Antikorupsi (PUKAT) Sulsel, Farid Mamma, SH, MH, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polres Maros, sekaligus mendorong penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan transparan.
“Saya mendukung penuh penyelidikan ini. Penyidik harus teliti dan tidak berhenti pada satu pihak saja. Semua yang terlibat harus diperiksa,” tegas Farid.
Farid menilai penggunaan identitas palsu merupakan indikator kuat adanya kesadaran pelaku bahwa perbuatannya melanggar hukum.
“Secara logika hukum, jika barang itu benar tidak berbahaya, untuk apa menggunakan identitas fiktif? Karena itu, hasil uji laboratorium harus diumumkan secara terbuka kepada publik,” katanya.
Sorotan Keras ke J&T Express Manggala
Tak hanya itu, Farid secara terbuka menyoroti lemahnya sistem kontrol internal J&T Express cabang Manggala yang dinilai gagal mendeteksi barang berbahaya sejak awal.
“Kegagalan ini menunjukkan celah serius dalam sistem pengawasan internal ekspedisi. Logistik bukan sekadar bisnis, tapi bagian dari sistem keamanan publik. Jika ada kelengahan, dampaknya bisa lintas daerah bahkan lintas provinsi,” ujar Farid dengan nada tegas.
Menurutnya, kasus ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pemeriksaan barang di perusahaan jasa pengiriman.
“Jangan sampai kepentingan bisnis mengalahkan keselamatan publik. Perusahaan ekspedisi punya tanggung jawab hukum dan moral,” tambahnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan bandara dan ekspedisi adalah satu ekosistem, dan kelengahan di satu titik dapat berakibat fatal di titik lainnya. (RAM)

Tinggalkan Balasan