Fantastis! Sulsel Sapu 44 Emas, Juara Umum Gojukai Nasional, Kajati Jemput Para Juara
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Dominasi Sulawesi Selatan di pentas nasional kembali terbukti. Kontingen Karate-Do Gojukai Sulsel sukses merebut Juara Umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung RI ke-III Tahun 2026 setelah menyapu 114 medali, termasuk 44 emas, 30 perak dan 40 perunggu.
Capaian tersebut mengantarkan Sulsel berada di posisi teratas dari 33 kontingen Pengda Gojukai se-Indonesia. Bahkan, perolehan emas Sulsel terpaut sangat jauh dari pesaing terdekatnya, DKI Jakarta, yang hanya mengoleksi 12 emas.
Prestasi tersebut disambut langsung Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan Muhammad Syarifuddin, yang juga menjabat Ketua Umum Karate-Do Gojukai Pengda Sulsel. Ia turun langsung menjemput kepulangan para atlet di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Selasa (1/9/2026) malam.
Penyambutan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Sulsel Suherman, Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis, serta pelatih utama Sensei Prof. Dr. Musakkir.
Dari pelabuhan, rombongan kemudian melanjutkan agenda dengan jamuan makan malam di Kantor Kejati Sulsel. Momentum tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap perjuangan atlet, pelatih dan seluruh tim yang membawa nama Sulawesi Selatan menjadi yang terbaik di tingkat nasional.
Kejurnas berlangsung di GOR Ciracas, Jakarta Timur, 25–27 Agustus 2026. Sebanyak 101 atlet Sulsel turun dalam kejuaraan tersebut dan berhasil menunjukkan performa dominan sejak kompetisi berlangsung.
Kekuatan kontingen Sulsel terlihat jelas dalam klasemen akhir. Sulsel mengoleksi 44 emas, 30 perak dan 40 perunggu. DKI Jakarta berada di peringkat kedua dengan 12 emas, 16 perak dan 40 perunggu, sedangkan Sumatera Selatan menempati posisi ketiga dengan 11 emas, 9 perak dan 14 perunggu.
Tak berhenti pada gelar juara umum, empat atlet Sulsel juga mencatat prestasi individual dengan meraih predikat bergengsi Best of the Best.
Mereka yakni Nadia Putri Salsabila Huda, Nurul Ainun, Rafaela Aristawidja Putri dan Mardiansyah.
Bagi Muhammad Syarifuddin, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Ia mengaku tidak menyangka kontingen Sulsel mampu tampil sedominan itu hingga mengungguli DKI Jakarta.
“Hasil ini sangat membanggakan, saya sungguh tidak menyangka kita bisa mendominasi hingga meraih juara umum dan mengungguli DKI Jakarta. Terima kasih atas dedikasi para atlet, pelatih, serta dukungan penuh dari semua pihak, terutama dari Bapak Gubernur Sulawesi Selatan,” kata Muhammad Syarifuddin, dikutip media ini, Selasa (01/09).
Syarifuddin menilai prestasi tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam pembinaan dan keberangkatan kontingen.
Sementara Wakajati Sulsel Prihatin, yang bertugas sebagai Manajer Tim sekaligus Ketua Harian Karate-Do Gojukai Pengda Sulsel, mengungkapkan bahwa perjalanan kontingen menuju Jakarta diwarnai berbagai dinamika.
Sebanyak 101 atlet harus menempuh perjalanan laut menggunakan kapal Pelni menuju Jakarta. Di tengah tantangan perjalanan, manajemen tim tetap memastikan kebutuhan akomodasi, konsumsi dan persiapan atlet selama mengikuti kejuaraan.
Prihatin menyebut konsentrasi dan kepatuhan atlet terhadap instruksi pelatih menjadi salah satu kunci menjaga performa selama kompetisi.
“Sejak awal saya cuma berpesan kepada para atlet agar terus menjaga konsentrasi dan patuh mendengarkan instruksi pelatih,” ungkap Prihatin.
Sekda Sulsel Jufri Rahman juga memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Sulsel mengungguli kontingen tangguh dari berbagai daerah merupakan kebanggaan bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Di balik perolehan medali tersebut terdapat proses pembinaan panjang. Pelatih utama Gojukai Sulsel, Prof. Dr. Musakkir, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari latihan yang dilakukan secara konsisten dan terukur.
“Hasil ini tidak membohongi usaha. Kami sudah mempersiapkan atlet sejak sebelum bulan puasa dengan latihan setiap hari, dan menjelang Kejurnas intensitasnya kami tingkatkan menjadi pagi dan sore,” pungkasnya.
Dominasi Sulsel pada Kejurnas Gojukai 2026 akhirnya tidak hanya tercermin dari status juara umum. Sebanyak 44 medali emas, total 114 medali dan empat predikat Best of the Best menjadi catatan kuat keberhasilan kontingen Sulsel dalam menghadapi persaingan nasional.
Kepulangan para atlet dengan membawa prestasi tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi dan pijakan baru bagi pembinaan karate di Sulawesi Selatan.
Satu hal yang kini tercatat jelas: dari 33 Pengda yang bertanding, Sulsel berdiri di puncak.(***).


Tinggalkan Balasan