Hangatnya Iduladha di Balik Jeruji, Lapas Maros Tebar Kepedulian dan Kebersamaan
MAROS, MATANUSANTARA — Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros tak sekadar menjadi peringatan hari besar keagamaan. Di balik tembok pembinaan, momentum tersebut berubah menjadi ruang memperkuat nilai spiritual, kepedulian sosial, dan kebersamaan antara warga binaan, petugas, hingga keluarga narapidana.
Sejak pagi, suasana religius terasa menyelimuti area lapangan Lapas Maros saat ratusan warga binaan bersama petugas melaksanakan Shalat Iduladha dengan khusyuk dan tertib. Di tengah keterbatasan ruang gerak, gema takbir yang berkumandang menghadirkan nuansa haru sekaligus pengingat tentang makna keikhlasan dan pengorbanan.
Pelaksanaan salat berlangsung aman dan kondusif dengan pengawasan petugas pemasyarakatan. Momentum tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan agar tetap memiliki semangat memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.
Usai pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban yang dilakukan panitia kurban Lapas Maros. Daging kurban kemudian dibagikan kepada warga binaan dan masyarakat yang berhak menerima sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai kemanusiaan dalam lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan tersebut sejalan dengan program pembinaan yang terus didorong Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui penguatan nilai keagamaan dan sosial di dalam lapas maupun rumah tahanan.
Tak hanya fokus pada kegiatan ibadah, pihak Lapas Maros juga membuka layanan kunjungan khusus Hari Raya Iduladha bagi keluarga warga binaan. Momentum itu dimanfaatkan para keluarga untuk melepas rindu, memberikan dukungan moril, sekaligus mempererat hubungan emosional dengan anggota keluarga mereka yang tengah menjalani pembinaan.
Suasana haru terlihat saat sejumlah warga binaan bertemu keluarga mereka. Beberapa di antaranya tampak berbincang penuh kehangatan di bawah pengawasan petugas lapas.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Maros, Ali Imran, menegaskan bahwa peringatan Hari Raya Iduladha bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan sarana membangun kesadaran moral dan spiritual bagi warga binaan.
“Hari Raya Iduladha mengajarkan tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan dapat mengambil hikmah serta semakin termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Imran.
Menurutnya, pembinaan berbasis keagamaan menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat dengan perubahan perilaku yang lebih positif.
Seluruh rangkaian kegiatan Hari Raya Iduladha 1447 H di Lapas Maros berlangsung aman, tertib, dan lancar. Di balik jeruji besi, suasana kebersamaan dan nilai kemanusiaan tetap terasa hidup, menjadi pengingat bahwa proses pembinaan tidak hanya menyentuh aspek hukum, tetapi juga sisi spiritual dan sosial setiap warga binaan. (***)


Tinggalkan Balasan