MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Hapus Tato Gratis Warnai Semarak Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Makassar

Proses hapus tato gratis bagi warga binaan Rutan Kelas I Makassar dalam rangka HBP ke-62.

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Momentum Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 dimanfaatkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar untuk menghadirkan program pembinaan yang menyentuh aspek kepribadian warga binaan. Salah satunya melalui kegiatan sosial hapus tato gratis yang digelar pada Sabtu (25/4/2026).

Program ini terlaksana melalui kolaborasi dengan Yayasan Mahtan, yang dinilai menjadi langkah konkret dalam mendukung proses perubahan diri warga binaan, khususnya bagi mereka yang ingin meninggalkan identitas masa lalu dan memulai kehidupan baru yang lebih positif.

Antusiasme warga binaan terlihat sejak awal kegiatan. Peserta mengikuti setiap tahapan dengan serius, menunjukkan komitmen kuat untuk berhijrah dan memperbaiki diri. Hapus tato tidak sekadar tindakan fisik, tetapi juga simbol transformasi mental dan sosial.

Seluruh layanan diberikan tanpa biaya, mulai dari proses pendaftaran hingga tindakan medis. Skema ini membuka akses luas bagi warga binaan tanpa hambatan ekonomi, sekaligus menegaskan adanya sinergi nyata antara institusi pemasyarakatan dan lembaga sosial eksternal.

Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah, menegaskan bahwa program ini memiliki nilai pembinaan yang strategis.

“Kegiatan ini bukan sekadar menghapus tato, tetapi juga menjadi simbol perubahan dan tekad warga binaan untuk memperbaiki diri. Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan Yayasan Mahtan yang telah mendukung proses pembinaan ini, sehingga warga binaan memiliki kesempatan nyata untuk berhijrah dan kembali ke masyarakat dengan lebih baik.” kayanya dikutip media ini, Sabtu (25/04/2026)

Program ini juga menjadi bagian dari pendekatan pemasyarakatan modern yang tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga rehabilitasi sosial dan psikologis. Upaya ini sejalan dengan prinsip bahwa lembaga pemasyarakatan berfungsi mengembalikan individu menjadi pribadi yang lebih bermartabat.

Melalui kegiatan ini, Rutan Makassar menunjukkan bahwa pembinaan tidak berhenti pada pembatasan kebebasan, melainkan membuka ruang perubahan yang nyata bagi warga binaan.

Diharapkan, langkah ini mampu menjadi contoh bagi unit pemasyarakatan lain dalam menghadirkan program yang berdampak langsung terhadap proses reintegrasi sosial warga binaan ke tengah masyarakat. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini