Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital
Haru! Janji Jual Ginjal ke Wartawan, Pria Jakbar Sebut Istri Hamil Disekap Agen Ilegal Cilandak Diduga Korban TPPO – Mata Nusantara
Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

Mata Nusantara

Akurat Tajam & Terpercaya

Haru! Janji Jual Ginjal ke Wartawan, Pria Jakbar Sebut Istri Hamil Disekap Agen Ilegal Cilandak Diduga Korban TPPO

Hendri Susanto, suami korban TPPO, berdiri di salah satu gang buntu kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, yang diduga menjadi lokasi penampungan agen tenaga kerja ilegal tempat istrinya disekap bersama dua perempuan lain. (Dok/Spesial/Matanusantara)

MAKASSAR | MATANUSANTARA — Dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) kembali mencuat di Ibu Kota. Tiga perempuan diduga disekap oleh agen penyalur tenaga kerja ilegal di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan (Jaksel). Salah satu korban kabarnya dalam kondisi hamil, sementara sang suami kini berjuang seorang diri menelusuri gang-gang sempit demi menyelamatkan istrinya.

Korban diketahui bernama Rizka Trisnawati (40), warga Jakarta Barat. Suaminya, Hendri Susanto (34), mengungkapkan bahwa istrinya hilang kontak sejak 16 Januari 2026. Hingga kini, keberadaan Rizka bersama dua perempuan lain masih misterius dan diduga berada di sebuah rumah penampungan tertutup.

Informasi ini diterima tim Redaksi Matanusantara.co.id, setelah Hendri melakukan penelusuran selama tiga hari. Ia mengungkapkan kasus ini bermula ketika Rizka berangkat dari Citayam menuju Bogor untuk bertemu seorang perempuan bernama Sisil, yang telah lama dikenalnya dan mengaku sebagai agen penyalur tenaga kerja ke luar negeri.

“Karena saya sudah lama kenal ibu Sisil, jadi saya tidak melarang istri saya,” ujar Hendri kepada awak media melalui sambungan WhatsApp, Jumat (23/1/2026).

Namun setibanya di Bogor, korban justru mendapat fakta mengejutkan. Sisil disebut berada di Malaysia. Dalam kondisi bingung, Rizka kemudian berkomunikasi dengan seseorang yang dikenalnya melalui media sosial Facebook dan akhirnya bertemu dua perempuan lain yang bernasib sama.

Dari komunikasi tersebut, ketiga korban dijemput seorang pria yang mengaku utusan agen. Mereka lalu dipindahkan kembali oleh pria lain bersama seorang perempuan. Dua nama yang sempat dikenali korban berinisial A dan L.

Setelah tiga hari tanpa kabar, Hendri menerima pesan mencurigakan dari akun Facebook baru yang mengaku milik istrinya.

“Istri saya bilang handphone disita. Nomor WhatsApp dan email dikeluarkan. Mereka tidak boleh bebas berkomunikasi dan tidak boleh keluar rumah,” ungkap Hendri.

Menurut pengakuan korban, mereka ditempatkan di sebuah rumah tertutup dengan akses komunikasi dibatasi dan pergerakan diawasi ketat. Pola tersebut dinilai jauh dari prosedur resmi penempatan tenaga kerja.

Situasi semakin mengkhawatirkan setelah Hendri mengetahui istrinya tengah hamil berdasarkan hasil pemeriksaan bidan. Rizka sempat meminta izin untuk dipulangkan, namun ditolak pihak agen.

 

Lebih parah lagi, korban mengungkap adanya tindak kekerasan di lokasi penampungan.

“Kata istri saya, di depan matanya ada perempuan yang dipukul penjaga agen karena ketahuan komunikasi lewat Facebook,” kata Hendri dengan suara bergetar.

Lokasi pasti penampungan masih belum diketahui. Namun berdasarkan keterangan korban, rumah tersebut berada di gang buntu kawasan Cilandak, dekat minimarket Alfamart dan sebuah gedung. Permintaan Hendri agar istrinya mengirim foto lokasi tidak bisa dipenuhi karena seluruh alat komunikasi disita.

Hendri juga memperoleh informasi bahwa sejumlah orang bisa dipulangkan dengan syarat membayar tebusan, meski belum ada kontrak kerja, belum tes medis, dan belum jelas negara tujuan.

Awalnya korban dijanjikan berangkat ke Arab Saudi. Namun setelah Hendri mengonfirmasi langsung ke pihak perusahaan resmi yang disebut-sebut bernama Sisil, ia mendapat jawaban bahwa tidak ada jadwal keberangkatan ke negara tersebut.

“Kalau PT resmi, mustahil prosedurnya seperti ini,” tegas Hendri.

Selama hampir tiga hari menyusuri wilayah Cilandak, Hendri mengaku mendapat petunjuk dari warga hingga seorang sopir angkot. Sopir tersebut mengaku pernah mengantar tiga perempuan dari sebuah gang buntu dalam kondisi menangis.

“Mereka bilang mau pulang, tidak dikasih makan, dan diminta bayar tebusan,” tutur sopir angkot itu.

Ciri lokasi yang disampaikan sopir angkot dinilai sangat sesuai dengan keterangan korban, termasuk keberadaan Alfamart dan fakta penarikan uang ATM yang disebut dilakukan bukan oleh korban, melainkan pihak lain.

Hingga berita ini diturunkan, Hendri mengaku belum melaporkan kasus ini secara resmi kepada aparat penegak hukum. Ia berharap perhatian publik dan aparat dapat segera membuka tabir dugaan TPPO tersebut.

Dengan nada memohon, Hendri mengaku sudah meminta bantuan kemana-mana, namun mereka yang ingin menolong kabarnya meminta upah terlebi dahulu.

Akiba itu, Hendri mengungkapkan kepada media ini bahwa jika dirinya ditolong dan istrinya bisa diselamatkan. Ia berjanji jual ginjal membalas budi atau kebaikan wartawan.

“Saya minta tolong pak dibantu. Saya berjanji memberikan apa yang bapak minta jika istri saya ditemukan selamat. Kalau perlu saya jual ginjal saya,” tutupnya.

Hingga saat ini awak media masih berupaya meminta tanggapan dari APH dan pihak terkait meminta tanggapan soal kasus yang menimpanya. (RAM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!