Hasil Panen Warga Binaan Mengalir ke Warga, Lapas Palopo Perkuat Fungsi Sosial
PALOPO, MATANUSANTARA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan warga binaan, tetapi juga mulai menegaskan perannya sebagai institusi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, langkah itu tercermin dalam kegiatan bakti sosial penyaluran bantuan sembako kepada warga kurang mampu di sekitar lingkungan lapas, Sabtu (31/1/2026).
Momentum Isra Mi’raj, Kalapas Palopo Tegaskan Penguatan Integritas
Kali ini, sebanyak 10 paket sembako disalurkan dalam kegiatan yang digelar sekitar pukul 10.30 WITA di halaman Lapas Kelas IIA Palopo. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Palopo, Jose Quelo, bersama jajaran pejabat struktural.
Yang membedakan kegiatan ini dari sekadar pembagian bantuan sosial biasa adalah sumber bantuan yang disalurkan. Selain beras, minyak goreng, dan gula, paket sembako juga berisi sayuran segar hasil panen Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) program pembinaan kemandirian warga binaan yang selama ini dijalankan di dalam lapas.
Lapas Palopo Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan Nasional
Program SAE tidak hanya diarahkan sebagai sarana pelatihan keterampilan bagi warga binaan, tetapi juga menjadi bukti bahwa proses pembinaan dapat menghasilkan nilai tambah yang dirasakan langsung oleh masyarakat luar.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Palopo, Jose Quelo, menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan agenda rutin bulanan yang secara konsisten dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab sosial institusi pemasyarakatan.
“Bakti sosial ini kami laksanakan secara rutin setiap bulan sebagai bentuk kepedulian Lapas Palopo kepada masyarakat sekitar. Hasil pertanian dari SAE kami manfaatkan agar keberadaan lapas tidak terkesan eksklusif, tetapi benar-benar memberi dampak positif,” ujar Jose Quelo.
Awal 2026, Kalapas Palopo Turun Langsung Tegaskan Disiplin dan Kamtib Warga Binaan
Menurutnya, pemasyarakatan modern tidak cukup hanya berfokus pada pembinaan internal warga binaan, tetapi juga harus membangun hubungan sosial yang sehat dengan masyarakat sekitar.
Respons warga penerima bantuan pun positif. Mereka menyambut kegiatan tersebut dengan antusias dan mengapresiasi konsistensi Lapas Palopo yang dinilai tidak hanya hadir sebagai institusi negara, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas sosial.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Palopo menegaskan komitmennya mendukung arah kebijakan pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berdampak, sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan masyarakat. (RAM).

Tinggalkan Balasan