Jejal Trabhara Part 2 Ditutup, Pidato Perpisahan AKBP Adnan Sebut Satu per Satu Personel Polres Luwu
LUWU, MATANUSANTARA — Disebuah organisasi besar, seorang pemimpin lazimnya dikenal oleh seluruh anggotanya. Namun, tidak semua pemimpin mampu melakukan hal sebaliknya: mengenal dan mengingat orang-orang yang selama ini bekerja bersamanya.
Pemandangan itu menjadi momen yang paling membekas dalam acara ramah tamah dan pembubaran panitia One Day Trail Adventure Jelajah Alam Luwu (Jejal) Trabhara Part 2 yang digelar di kawasan Wisata Alam Wai Tiddo, Desa Bukit Harapan, Kecamatan Bua, Jumat (24/7/2026).
Acara yang semula dirancang sebagai penutup rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 berubah menjadi panggung penghormatan bagi mereka yang selama ini bekerja tanpa sorotan.
Di hadapan Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, S.H., jajaran Forkopimda, pejabat utama Polres Luwu, komunitas BHALTAC (Bhayangkara Luwu Adventure Club), panitia, relawan, sponsor, dan ratusan tamu undangan, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K., menyampaikan sambutan terakhir menjelang serah terima jabatan.
Tidak ada kalimat yang berlebihan.
Tidak ada narasi yang dibuat dramatis.
Namun, apa yang dilakukan sesudahnya membuat suasana berubah seketika.
AKBP Adnan mulai menyebut satu demi satu nama personel Polres Luwu, anggota panitia, relawan, pengurus BHALTAC, sponsor, hingga masyarakat yang terlibat dalam menyukseskan Jejal Trabhara Part 2.
Nama-nama itu tidak dibacakan dari selembar kertas.
Tidak pula dipandu oleh protokol.
Melainkan keluar dari ingatan seorang pemimpin yang mengaku bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar Polres Luwu.
Satu nama disebut.
Tepuk tangan menggema.
Nama berikutnya kembali terdengar.
Tepuk tangan kembali pecah.
Begitu terus berlangsung hingga seluruh pihak yang terlibat memperoleh penghargaan yang sama.
Beberapa personel tampak menundukkan kepala.
Sejumlah panitia terlihat menyeka air mata.
Bagi mereka, bukan soal namanya disebut di depan umum, tetapi karena merasa jerih payah yang selama ini dilakukan ternyata benar-benar diperhatikan oleh pemimpinnya.
Momen itu menjadi penegasan bahwa penghargaan tidak selalu berbentuk piagam atau hadiah. Terkadang, mengingat nama seseorang adalah bentuk penghormatan yang paling sederhana, tetapi paling bermakna.
“Komunitas sebesar ini tidak mungkin bisa berjalan sendiri. Semua yang hadir di sini memiliki kontribusi. Saya bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar ini. Terima kasih kepada seluruh panitia, personel Polres Luwu, rekan-rekan BHALTAC, sponsor, serta masyarakat yang selama ini bersama-sama membangun kegiatan ini hingga sukses,” ujar AKBP Adnan.
Sebelumnya, Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan Jejal Trabhara Part 2.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mempertemukan para pecinta trail dari berbagai daerah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Luwu.
Perputaran ekonomi dirasakan oleh pelaku UMKM, pedagang kuliner, jasa transportasi, hingga sektor perhotelan dan penginapan.
“Kegiatan seperti ini menjadi contoh kolaborasi yang luar biasa. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, juga memberikan multiplier effect terhadap perekonomian daerah. Pemerintah Kabupaten Luwu tentu berharap kegiatan-kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut,” katanya.
Dalam sambutannya, AKBP Adnan juga mengenang perjalanan BHALTAC bersama Polres Luwu yang berhasil menyelenggarakan dua event trail adventure berskala nasional dalam waktu kurang dari satu tahun.
Baginya, capaian tersebut lahir bukan karena kepemimpinan seorang Kapolres semata, melainkan hasil dari loyalitas, kerja keras, rasa memiliki, dan semangat gotong royong seluruh panitia, personel, komunitas, sponsor, serta masyarakat.
“Yang dibangun bukan hanya sebuah event, tetapi sebuah keluarga. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama sehingga dua event besar dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan sukses,” tuturnya.
Menjelang mengakhiri sambutannya, AKBP Adnan menitipkan satu harapan sederhana.
Meski dirinya akan melanjutkan pengabdian di tempat tugas yang baru, silaturahmi yang telah terbangun selama bertugas di Kabupaten Luwu diharapkan tetap terjaga.
Ia juga mendoakan seluruh personel Polres Luwu, panitia, komunitas trail, sponsor, serta masyarakat agar selalu diberi kesehatan, keselamatan, dan keberkahan dalam setiap pengabdian.
Ramah tamah itu akhirnya bukan hanya dikenang sebagai acara pembubaran panitia Jejal Trabhara Part 2, tetapi menjadi babak penutup kepemimpinan AKBP Adnan Pandibu di Polres Luwu yang meninggalkan kesan mendalam.
Di tengah budaya organisasi yang identik dengan struktur komando, disiplin, dan target kinerja, AKBP Adnan memperlihatkan sisi lain dari kepemimpinan: bahwa keberhasilan sebuah institusi dibangun oleh banyak orang, dan setiap orang layak dikenang atas pengabdiannya.
Tepuk tangan panjang yang mengiringi akhir sambutannya sore itu bukan sekadar penghormatan kepada seorang Kapolres yang berpindah tugas. Lebih dari itu, menjadi ungkapan terima kasih kepada seorang pemimpin yang memilih mengingat nama, menghargai pengabdian, dan memanusiakan setiap orang yang berjalan bersamanya. (***)

Tinggalkan Balasan