Karutan Pinrang Jadikan Evaluasi Kinerja & Porseni Momentum Penguatan Jajaran: Capaian Hari Ini Bukan Jaminan Sukses Besok
PINRANG, MATANUSANTARA — Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pelayanan pemasyarakatan yang semakin dinamis, Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIB Pinrang Andi Erdiyangsah Bahar sapaan akrab Anca, menegaskan bahwa capaian kinerja yang diraih hari ini tidak boleh menjadi alasan untuk berpuas diri dan seluruh jajaran diminta menjadikan setiap hasil evaluasi sebagai pijakan untuk terus berbenah dan meningkatkan profesionalisme.
Pesan tersebut disampaikan Anca, saat memimpin briefing internal yang membahas hasil Evaluasi Capaian Kinerja dan Monitoring Evaluasi Anggaran yang dilaksanakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan (Kanwil Ditjenpas Sulsel) sekaligus persiapan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Dalam paparannya, Karutan menguraikan sejumlah indikator yang menjadi objek penilaian, meliputi pengelolaan keuangan, manajemen sumber daya manusia, pengelolaan barang milik negara dan administrasi umum, pelayanan serta pembinaan warga binaan, pemanfaatan teknologi informasi, hingga pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan sejumlah capaian yang patut diapresiasi. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut harus dipandang sebagai tanggung jawab untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas kinerja, bukan sekadar prestasi yang berhenti pada angka penilaian.
“Capaian hari ini bukan jaminan sukses besok. Organisasi yang berhenti berbenah akan tertinggal. Karena itu, setiap catatan evaluasi harus menjadi bahan refleksi dan dasar untuk melakukan perbaikan yang lebih terukur,” tegas Anca dikutip matanusantara.co.id, Rabu (05/08/2026)
Karutan menilai evaluasi memiliki peran penting dalam menjaga ritme organisasi agar tetap berjalan pada jalur yang benar. Melalui evaluasi, setiap unit kerja dapat mengidentifikasi kekuatan yang perlu dipertahankan sekaligus kelemahan yang harus segera dibenahi.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil, didukung disiplin, integritas, kolaborasi, dan inovasi. Menurutnya, tantangan pemasyarakatan saat ini menuntut seluruh petugas untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Lebih jauh, Karutan mengingatkan bahwa keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari aspek administratif, tetapi juga dari kualitas pelayanan kepada masyarakat serta efektivitas program pembinaan yang dijalankan bagi warga binaan.
Selain agenda evaluasi, briefing turut membahas persiapan pelaksanaan Porseni yang akan melibatkan petugas dan warga binaan. Kegiatan tersebut dirancang bukan hanya sebagai rangkaian peringatan HUT RI, tetapi juga sebagai media pembinaan karakter, penguatan solidaritas, serta sarana menumbuhkan semangat sportivitas di lingkungan rutan.
Berbagai cabang olahraga dan perlombaan seni tengah dipersiapkan untuk memberikan ruang bagi warga binaan menyalurkan bakat, kreativitas, dan energi positif. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan dalam suasana yang lebih humanis dan produktif.
Melalui evaluasi yang berkesinambungan dan pembinaan yang terarah, Rutan Pinrang terus memperkuat langkah menuju institusi pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan adaptif terhadap perubahan.
Semangat tersebut sejalan dengan arah transformasi pemasyarakatan yang menempatkan kualitas pelayanan, pembinaan, dan tata kelola sebagai fondasi utama dalam mewujudkan organisasi yang berkinerja tinggi.
Bagi jajaran Rutan Pinrang, evaluasi bukan sekadar penilaian tahunan, melainkan kompas yang memastikan setiap langkah perbaikan tetap bergerak menuju tujuan yang sama: menghadirkan pemasyarakatan yang semakin bermanfaat bagi masyarakat, negara, dan warga binaan. (**)

Tinggalkan Balasan