Kerja Senyap Berbuah Gemuruh, 46 Personil Satresnarkoba Makassar Panen Penghargaan Akhir 2025
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Kerja senyap namun berdampak besar akhirnya mendapat panggung kehormatan. Sebanyak 46 personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Makassar, termasuk enam Kepala Unit (Kanit), diganjar penghargaan prestisius setelah sukses membongkar jaringan narkotika dengan barang bukti puluhan kilogram sepanjang tahun 2025.
Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, S.I.K., M.Si, kepada jajaran Satresnarkoba yang berada di bawah komando Kasat Resnarkoba AKBP Lulik Febyantara, S.I.K., M.H, sebagai bentuk pengakuan institusional atas kinerja luar biasa di medan tugas berisiko tinggi.
Kapolrestabes Makassar Hargai Personel dan Warga, Ungkap Prestasi Mengejutkan
Momen penghargaan akhir tahun tersebut berlangsung di hadapan Wakapolrestabes Makassar AKBP Andi Erma Suryono, S.H., S.I.K., M.M, Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, personel lintas fungsi, hingga ASN Polrestabes Makassar menandai capaian yang dinilai melampaui target rutin penegakan hukum.
Dalam pemaparannya, Kombes Pol Arya Perdana membuka data konkret keberhasilan Satresnarkoba sepanjang 2025, sekaligus menegaskan bahwa capaian tersebut bukan sekadar statistik.
“Atas dedikasi tinggi seluruh petugas Satresnarkoba, sepanjang tahun 2025 berhasil mengungkap narkotika: 13,8 kg sabu, 244 pil mephedrone, dan 1,4 kg ganja,” paparnya, dikutip melalui situs resmi https://tribratanewspolrestabesmakassar.com, Selasa (30/12/2025).
Tak berhenti pada kejahatan narkotika, peran Satresnarkoba Polrestabes Makassar juga menembus perkara kekerasan serius yang meresahkan publik.
“Serta kasus pembunuhan perang kelompok Sapiria–Borta,” tegas Kapolrestabes.
Alumni Angkatan XXI TTNT-ASADE 2002 Polrestabes Makassar Gelar Silaturahim
Salah satu Kanit Satresnarkoba, Iptu Sunardi, S.Pd, mengonfirmasi bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kolektif, bukan prestasi individual.
“Penghargaan ini adalah wujud apresiasi terhadap kerja keras seluruh tim Satresnarkoba Polrestabes Makassar. Setiap keberhasilan yang kami raih bukan hasil individu, tetapi buah dari koordinasi, disiplin, dan dedikasi tanpa henti seluruh personel,” ujarnya kepada matanusantara.co.id, Rabu (31/12).
Sementara Iptu Firdaus, Kanit Timsus 2 Satresnarkoba Polrestabes Makassar, menekankan bahwa perang melawan narkotika adalah kerja jangka panjang dengan tantangan berlapis.
“Kami selalu menghadapi tantangan yang kompleks, namun setiap upaya kami diarahkan untuk menjaga keamanan dan masa depan masyarakat,” tegasnya.
Nada serupa disampaikan Iptu Heriyanto Ngajib, Kanit 3 Satresnarkoba Polrestabes Makassar. Ia menilai penghargaan tersebut bukan garis akhir, melainkan pemicu standar kerja yang lebih tinggi.
Kapolrestabes Makassar Hargai Personel dan Warga, Ungkap Prestasi Mengejutkan
“Penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja profesional, inovatif, dan menjunjung tinggi integritas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan aparat penegak hukum tidak dapat berdiri sendiri.
“Saya ingin menegaskan bahwa keberhasilan Polri tidak akan optimal tanpa dukungan masyarakat. Sinergi antara aparat dan warga adalah kunci utama menjaga keamanan, mencegah penyalahgunaan narkotika, dan membangun lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang. Bersama, kita bisa memastikan Makassar tetap aman, kondusif, dan terbebas dari pengaruh narkotika,” tegasnya.
Sebelumnya, Kapolrestabes Makassar juga menganugerahkan penghargaan kepada sejumlah personel dan elemen masyarakat lain yang dinilai berkontribusi signifikan dalam penegakan hukum dan pemeliharaan kamtibmas, mulai dari pengungkapan penculikan dan perdagangan anak, curanmor di Kampus Universitas Hasanuddin, hingga prestasi nasional di ajang Kapolda Cup X Tahun 2025.
Menutup rangkaian kegiatan, Kombes Pol Arya Perdana mengingatkan bahwa penghargaan bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab moral.
“Penghargaan ini diberikan kepada personel Polrestabes Makassar dan masyarakat yang telah menunjukkan kinerja luar biasa serta membantu tugas Kepolisian. Prestasi tidak akan tercapai tanpa kerja keras yang melampaui tugas rutin, sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri di tengah mereka,” tegasnya.
Ia menambahkan peringatan keras terkait etika dan integritas personel.
“Satu pelanggaran dapat merusak citra Polri, sementara membangun kepercayaan masyarakat membutuhkan proses panjang,” ujarnya.
“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan perlindungan dan petunjuk kepada kita semua dalam melaksanakan pengabdian kepada bangsa, negara, dan masyarakat,” pungkasnya. (RAM)
Sumber: https://tribratanewspolrestabesmakassar.com.

Tinggalkan Balasan