Lapas Parepare Panen 100 Kilogram Edamame, Bukti Pembinaan Produktif WBP
PAREPARE, MATANUSANTARA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare kembali menorehkan hasil nyata dari program pembinaan kemandirian berbasis pertanian. Bertempat di area pertanian seluas kurang lebih 300 meter persegi, Lapas Parepare berhasil memanen sekitar 100 kilogram kacang edamame segar yang ditanam dan dirawat langsung oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Jumat 17 Oktober 2025.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti komitmen Lapas Parepare dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan warga binaan.
Transformasi Peran Petugas, Ditjenpas Ingatkan Lapas Maros
“Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan, tetapi juga memberi nilai tambah dan keterampilan nyata bagi warga binaan agar siap kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Program budidaya edamame tersebut telah berjalan selama dua bulan dan melibatkan 15 orang warga binaan, dengan pendampingan langsung dari petugas pembinaan.
Lapas Maros Meriahkan Jalan Sehat Kanwil Ditjenpas Sulsel Peringati HUT ke-80 RI
Peserta dibekali berbagai keterampilan pertanian mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga pengemasan hasil panen agar memiliki pemahaman menyeluruh tentang proses agribisnis.
Selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur internal, sebagian hasil panen juga akan disalurkan melalui program pemberdayaan ekonomi warga binaan dengan melibatkan masyarakat sekitar.
Mesra! Kebersamaan Kanwil Ditjenpas dan Ditjenim Sulsel saat Upacara HUT RI ke-80
Langkah ini menjadi bentuk konkret sinergi Lapas Parepare dengan masyarakat dalam mendorong produktivitas dan kemandirian warga binaan.
Marten menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang menekankan pentingnya pembinaan produktif dan berorientasi pada kemandirian.
“Budidaya edamame ini sejalan dengan semangat pembinaan yang produktif, agar warga binaan tidak hanya beraktivitas, tetapi juga menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi,” tambahnya.
Kegiatan panen ini juga dijadikan momen evaluasi bagi petugas pembinaan dan peserta program, untuk terus meningkatkan teknik pertanian dan memperluas inovasi.
Monev Kanwil Ditjenpas Sulsel Dorong Profesionalisme Petugas Rutan Pangkep
Dalam waktu dekat, Lapas Parepare berencana memperluas lahan tanam serta mengembangkan komoditas hortikultura lain seperti cabai, tomat, dan kangkung sebagai bagian dari diversifikasi pertanian di lingkungan Lapas.
Dengan semangat kerja sama, produktivitas, dan pembinaan berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Parepare berkomitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang konstruktif, mandiri, serta mampu menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi warga binaan dan masyarakat luas.
Editor: Ramli
Sumber: Humas

Tinggalkan Balasan