Meledak! Walikota Makassar Bongkar Fenomena Advokat Tak Bermoral di Pelantikan DPC PERADI di Claro
MAKASSAR, MATANUSANTARA – Malam itu, Ballroom Chandeq Hotel Claro bergema dengan suara tegas Walikota Makassar, Munafri Arifuddin (Appy). Dalam sambutannya di pelantikan DPC PERADI Kota Makassar periode 2025-2030, ia membuka tirai fenomena yang mengejutkan: profesi advokat yang menyimpang dan menakut-nakuti masyarakat.
“Selama ini, banyak pihak mengatasnamakan profesi advokat untuk melakukan kegiatan yang tidak sepantasnya, bahkan menekan dan menakuti masyarakat. Ini tidak boleh terjadi,” tegas Appy, menatap ratusan pengurus dan tamu undangan, Sabtu (17/01/2026)
Pidato Walikota malam itu bukan sekadar formalitas. Ia menekankan bahwa DPC PERADI Makassar adalah organisasi yang terhormat, yang wajib membawa marwah, keadilan, dan perlindungan hukum bagi masyarakat.
“PERADI harus menjadi mitra pemerintah dalam menuntaskan persoalan masyarakat yang begitu kompleks di kota ini,” lanjut Appy.
Appy mengingatkan, Kota Makassar dihuni 1,4 juta jiwa, tidak semua hidup dalam kondisi ideal. Perselisihan sosial, sengketa tanah, dan persoalan hukum lainnya terus muncul mengikuti dinamika zaman.
Appy berharap kepengurusan baru PERADI diharapkan menjadi wadah strategis untuk berkolaborasi dengan pemerintah, menyelesaikan persoalan-persoalan yang menunggu keadilan.
“Walaupun malam ini saya memiliki lima agenda bersamaan, saya memilih hadir di pelantikan ini. Kehadiran ketua, sekretaris, dan bendahara menunjukkan komitmen nyata organisasi,” ujar Walikota, dengan nada tegas namun hangat.
Informasi yang diterimanya menunjukkan ada 500 pengurus yang akan dilantik. Appy memberi tantangan konkret: setiap anggota menangani minimal satu persoalan pro bono.
“Jika setiap anggota melakukan tugasnya, ada 500 persoalan yang bisa terselesaikan. 500 masyarakat yang merasakan keadilan dan perlindungan hukum. Inilah bukti nyata pengabdian,” tegasnya dengan penuh penekanan.
Pidato ini bukan sekadar sambutan pelantikan; ia menjadi peringatan dan panggilan moral. Walikota Appy menegaskan bahwa integritas profesi advokat harus dijaga, dan PERADI harus tampil sebagai garda depan keadilan bagi publik, bukan alat tekanan atau ancaman.
Sebelumnya diberitakan, Kota Makassar tak sekadar destinasi, melainkan pengalaman yang harus dinikmati dengan penuh apresiasi. Hal ini ditegaskan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appy, saat memberikan sambutan di acara pelantikan DPC PERADI Kota Makassar periode 2025-2030, di Ballroom Chandeq Hotel Claro. Jumat (17/1/2026)
“Selamat datang di Kota Makassar. Tadi saya dengar Bapak punya cerita yang mungkin tidak terlupakan di Kota Daeng. Di Kota Makassar ini ada dua syarat yang harus dipenuhi oleh tamu yang datang,” kata Appy di hadapan pengurus dan tamu undangan.
Syarat pertama, menurut Appy, “jangan ke Makassar kalau cuma tektokan, datang pagi pulang malam, Pak.” ujarnya.
Malam itu, atmosfer di Ballroom Chandeq Hotel Claro terasa penuh energi, dengan setiap kata Walikota menggema: Makassar bukan hanya kota yang dilalui, tapi kota yang harus dihargai, dilindungi, dan dihayati.

Tinggalkan Balasan