MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Minggu Kasih di Luwu, AKBP Andrias Gandeng Jemaat Cegah Ancaman Karhutla

Keterangan : Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo saat melaksanakan kegiatan Minggu Kasih bersama jemaat Gereja Katolik Santo Petrus di Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Minggu (18/10/2026).

LUWU, MATANUSANTARA — Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan semata tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Pesan itulah yang ditegaskan Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo saat menyambangi jemaat Gereja Katolik Santo Petrus, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, melalui program Minggu Kasih, Minggu (18/10/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat lintas agama, tetapi juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi serta memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan.

Di hadapan jemaat, Kapolres Luwu mengingatkan bahaya pembakaran hutan, lahan, maupun sampah secara sembarangan. Selain berpotensi memicu kebakaran yang meluas, tindakan tersebut dapat mengancam keselamatan masyarakat dan menimbulkan kerusakan lingkungan.

Ia juga mengingatkan bahwa pembakaran hutan dan lahan yang melanggar ketentuan hukum dapat berujung pada sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kapolres Luwu menegaskan, program Minggu Kasih menjadi salah satu upaya Polri untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan membuka ruang dialog, memperkuat kepercayaan publik, serta mendorong warga terlibat aktif dalam menjaga situasi kamtibmas.

“Melalui program Kapolri, Polisi Bersama Masyarakat, kami ingin memastikan bahwa Polri selalu hadir untuk mendengarkan aspirasi, memberikan pelayanan, dan mengajak masyarakat menjadi mitra dalam menjaga kamtibmas. Hal ini juga sejalan dengan Commander Wish Kapolda Sulsel, EWAKO, yaitu Empati, Waspada, Adil, dan Kolaboratif,” ujar Kapolres.

Menurutnya, nilai EWAKO harus tercermin dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Empati berarti memahami kondisi masyarakat, kewaspadaan diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, keadilan menjadi prinsip dalam bertindak, sedangkan kolaborasi menjadi kunci menghadapi persoalan yang membutuhkan keterlibatan bersama.

Lebih lanjut, Kapolres menekankan bahwa langkah pencegahan harus dimulai dari kesadaran sederhana, termasuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta tidak membiarkan potensi kebakaran tanpa penanganan.

“Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan, menjaga lingkungan, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran. Masyarakat dapat menghubungi kantor kepolisian terdekat atau layanan Call Center Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan maupun ancaman kebakaran sejak dini.

Melalui kegiatan Minggu Kasih, Polres Luwu berharap hubungan antara kepolisian dan masyarakat lintas agama semakin erat. Lebih dari itu, komunikasi yang terbangun diharapkan menghasilkan partisipasi nyata dalam menjaga lingkungan, mencegah karhutla, dan menciptakan situasi keamanan yang aman serta kondusif di Kabupaten Luwu. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini