Misteri Napi Gantung Diri di Lapas Takalar, Mencuat Temuan Surat “Maaf Pak Bos” & Dugaan Tekanan Gegara Utang
TAKALAR, MATANUSANTARA — Kematian warga binaan berinisial AP (30) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar kembali menjadi sorotan. Seorang sumber yang menghubungi redaksi melalui DM Instagram mengungkap dugaan tekanan yang disebut dialami AP sebelum ditemukan meninggal dunia di toilet blok hunian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sumber menyebut dugaan tekanan tersebut berkaitan dengan oknum petugas Lapas.
Selain itu, muncul informasi mengenai persoalan utang dengan seorang pegawai serta sebuah surat yang disebut ditemukan setelah AP meninggal dunia.
“Na bilang keluarganya itu meninggal bunuh diri gara-gara tertekan ki di dalam,” kata sumber berinisial AW, kepada redaksi, Jumat (25/09).
Saat ditanya apakah tekanan tersebut berasal dari oknum petugas, sumber menjawab, “Katanya sama oknum petugas.” singkat AW.
AW juga kemudian menyebut adanya persoalan utang yang diduga berkaitan dengan seorang pegawai.
“Kayak ada hutang piutangnya sama pegawe,” ujarnya.
Namun, sumber mengaku belum mengetahui secara pasti apakah persoalan utang tersebut melibatkan pegawai Lapas atau sesama warga binaan.
“Ku cari tau ki dulu teman, sesama pegawe atau tahanan,” kata AW.
Sementara itu, AW juga menyebut adanya surat yang diduga ditemukan setelah AP meninggal dunia. Surat tersebut disebut berisi permintaan maaf dan menyebut kata “Pak Bos”.
“Karena waktu meninggal ada surat didapat na bilang minta maaf, Pak Bos. Ndag tau apa lagi itu kelanjutannya,” ungkap sumber.
Ketika ditanya siapa yang dimaksud dengan “Pak Bos”, sumber mengaku masih mencari tahu. Redaksi juga belum melihat langsung surat yang dimaksud.
Sumber menyebut informasi mengenai surat tersebut diperoleh dari lingkungan dalam Lapas dan berupaya menghubungkan redaksi dengan keluarga AP untuk mendapatkan keterangan langsung.
Terpisah Kalapas Takalar Andi Gunawan yang dihubungi untuk dimintai tanggapan soal hasil wawancara bersama AW. Namun upaya tim redaksi mendapatkan klarifikasi resmi tidak membuahkan hasil hingga berita ini diterbitkan.
Di sisi lain, AP sebelumnya ditemukan meninggal dunia di toilet blok hunian Lapas Takalar pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 12.00 Wita.
Pihak Lapas menyatakan peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada Polres Takalar. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa delapan warga binaan serta seorang petugas jaga sebagai saksi.
Humas Lapas Takalar Gugu Alam mengatakan hasil pemeriksaan diserahkan kepada pihak kepolisian.
“Pihak polres memeriksa saksi-saksi yaitu 8 orang warga binaan dan 1 orang petugas jaga. Untuk keterangan pemeriksaan silahkan langsung ditanyakan kepada pihak polres,” ujarnya.
Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian AP maupun hubungan antara dugaan tekanan, persoalan utang dan surat yang disebut sumber.
Matanusantara.co.id masih berupaya mengonfirmasi informasi tersebut kepada keluarga AP, Polres Takalar, dan pihak Lapas Takalar.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab kepada pihak-pihak yang disebut atau berkaitan dengan informasi tersebut sesuai prinsip keberimbangan dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (***).

Tinggalkan Balasan