MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Panen 25 Kilogram Pakcoy Hidroponik, Lapas Narkotika Sungguminasa Siapkan WBP Kuasai Pertanian Modern

Kalapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, didampingi jajaran pejabat struktural memanen 25 kilogram pakcoy hidroponik bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (20/7/2026).

GOWA, MATANUSANTARA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa terus memperkuat transformasi pembinaan kemandirian dengan membekali Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) keterampilan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Komitmen tersebut kembali dibuktikan melalui keberhasilan memanen 25 kilogram pakcoy hidroponik pada Senin (20/7/2026).

Panen tersebut bukan sekadar menghasilkan komoditas pertanian, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis praktik yang memberikan pengalaman menyeluruh kepada warga binaan, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran hasil panen.

Kegiatan dipimpin langsung Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, didampingi jajaran pejabat struktural bersama petugas Seksi Kegiatan Kerja. Hasil panen selanjutnya dipasarkan kepada pihak ketiga yang telah menjalin kerja sama dengan Lapas, sehingga warga binaan dapat memahami rantai produksi sekaligus aspek pemasaran sebagai bagian dari pembinaan kewirausahaan.

Pakcoy yang dipanen dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik, yakni metode pertanian modern yang memanfaatkan larutan nutrisi tanpa media tanah. Teknologi ini dikenal lebih efisien dalam penggunaan air, ramah lingkungan, serta mampu menghasilkan produk pertanian berkualitas dengan nilai jual yang kompetitif.

Melalui program tersebut, warga binaan mendapatkan pelatihan secara komprehensif, mulai dari penyemaian benih, formulasi nutrisi tanaman, pengelolaan instalasi hidroponik, pengendalian kualitas tanaman, hingga teknik panen dan distribusi hasil produksi. Seluruh tahapan dilakukan secara langsung di bawah pendampingan petugas sehingga membentuk keterampilan yang aplikatif dan siap diterapkan setelah bebas.

Keberhasilan panen ini menjadi indikator bahwa pembinaan di Lapas Narkotika Sungguminasa tidak lagi berorientasi semata pada aktivitas produktif, melainkan diarahkan untuk membangun kompetensi, etos kerja, serta jiwa kewirausahaan sebagai bekal reintegrasi sosial warga binaan.

Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, menegaskan bahwa pembinaan modern harus mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing dan mampu beradaptasi dengan perkembangan sektor pertanian maupun dunia usaha.

“Kami ingin warga binaan tidak hanya memahami cara bertani secara konvensional, tetapi juga menguasai teknik pertanian modern seperti hidroponik yang saat ini memiliki prospek yang sangat baik. Hasil panen memang menjadi capaian yang membanggakan, namun yang lebih penting adalah ilmu, keterampilan, dan etos kerja yang mereka peroleh selama proses budidaya. Selain memberikan pengalaman nyata dalam proses produksi hingga pemasaran melalui kerja sama dengan pihak ketiga, kami berharap bekal ini dapat menjadi peluang usaha maupun sumber penghasilan yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Gunawan.

Menurutnya, pembinaan kemandirian yang terintegrasi dengan kebutuhan pasar menjadi salah satu strategi membangun kepercayaan diri warga binaan agar mampu mandiri secara ekonomi setelah menyelesaikan masa pidana.

Program hidroponik juga menjadi bagian dari implementasi pembinaan berbasis produktivitas yang sejalan dengan upaya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menciptakan lapas yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan keterampilan, inovasi, dan pemberdayaan sumber daya manusia.

Melalui inovasi tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang profesional, berkelanjutan, dan berorientasi pada hasil, sehingga warga binaan memiliki kompetensi yang dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini