MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Perang Lawan Judi Online, Propam Polres Luwu Sidak Handphone dan Kelengkapan Anggota

Seksi Propam Polres Luwu melakukan pemeriksaan mendadak terhadap personel usai apel pagi di Mapolres Luwu, Kamis (13/8/2026). Pemeriksaan meliputi kelengkapan seragam, sikap tampang hingga penggunaan telepon seluler sebagai langkah pencegahan terhadap pelanggaran disiplin, judi online, dan aktivitas digital yang berpotensi mencoreng nama baik institusi.

LUWU, MATANUSANTARA — Upaya memperkuat disiplin internal dan menjaga marwah institusi terus dilakukan Polres Luwu. Melalui Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam), jajaran kepolisian setempat menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap personel sesaat setelah pelaksanaan apel pagi di halaman Mapolres Luwu, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan Penegakan, Ketertiban dan Disiplin (Gaktiblin) yang dipimpin langsung Kasi Propam Polres Luwu, AKP Mirwan Herlambang, itu tidak hanya menyasar kelengkapan seragam dinas dan sikap tampang anggota, tetapi juga melakukan pemeriksaan terhadap telepon seluler (handphone) personel.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengawasan internal untuk memastikan anggota Polri tidak terlibat dalam aktivitas digital yang berpotensi melanggar hukum maupun kode etik profesi, seperti judi online, pinjaman online ilegal (pinjol), hingga penggunaan aplikasi tertentu yang dapat berdampak negatif terhadap pribadi maupun institusi.

Pemeriksaan dilakukan secara mendadak sebagai bentuk pengawasan melekat sekaligus upaya deteksi dini terhadap potensi pelanggaran yang dapat merusak citra Polri di tengah masyarakat.

Kasi Propam Polres Luwu AKP Mirwan Herlambang menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi dalam membangun budaya disiplin dan profesionalisme di lingkungan kepolisian.

“Gaktiblin ini kami lakukan secara rutin sebagai langkah pencegahan dan pembinaan terhadap personel. Selain memeriksa gampol dan sikap tampang, kami juga melakukan pengecekan penggunaan handphone untuk memastikan anggota tidak terlibat dalam judi online, pinjaman online ilegal maupun aplikasi lain yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan institusi,” tegasnya dikutip media ini, Kamis (13/08/2026).

Menurutnya, pengawasan terhadap aktivitas digital anggota menjadi penting mengingat perkembangan teknologi saat ini menghadirkan tantangan baru yang berpotensi menyeret aparat penegak hukum ke dalam persoalan disiplin maupun pidana apabila tidak digunakan secara bijak.

Karena itu, Propam terus mengingatkan seluruh personel agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan platform digital lainnya.

“Kami mengingatkan seluruh personel agar menggunakan media sosial dan perangkat digital secara bijak. Jangan sampai aktivitas di dunia digital justru menimbulkan persoalan yang berdampak terhadap pribadi maupun institusi,” tambahnya.

Disiplin dan Integritas Jadi Harga Mati

Sementara itu, Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo menegaskan bahwa disiplin dan integritas personel merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Menurutnya, tantangan Polri saat ini tidak hanya terletak pada penegakan hukum di lapangan, tetapi juga bagaimana menjaga profesionalisme anggota di tengah perkembangan era digital yang semakin kompleks.

“Saya berharap seluruh personel Polres Luwu senantiasa menjaga disiplin, etika dan perilaku, baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari. Manfaatkan teknologi secara bijak dan hindari aktivitas digital yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun institusi,” tegas Kapolres.

AKBP Andrias menambahkan bahwa pengawasan internal akan terus dilakukan secara berkala dan tanpa pemberitahuan sebelumnya sebagai bagian dari langkah pembinaan yang berkelanjutan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk keseriusan pimpinan dalam memastikan seluruh personel tetap berada pada koridor profesionalisme, integritas, dan loyalitas terhadap institusi.

“Kita ingin seluruh anggota menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Karena itu, disiplin harus dimulai dari diri sendiri dan dilakukan secara konsisten,” pungkasnya.

Gaktiblin yang digelar Propam Polres Luwu ini menjadi sinyal kuat bahwa upaya pemberantasan pelanggaran internal tidak hanya menyasar pelanggaran konvensional, tetapi juga merambah ruang digital yang kini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi institusi penegak hukum.

Dengan pengawasan yang semakin ketat, Polres Luwu berharap mampu menciptakan personel yang profesional, berintegritas, bebas dari praktik-praktik yang merugikan, serta semakin dipercaya masyarakat dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini