Presidium Gunung Slamet Geruduk Kantor DPRD Pemalang Kritik Soal Kerusakan Alam
PEMALANG, MATANUSANTARA – Presidium Gunung Slamet Menuju Taman Nasional bersama Aliansi Masyarakat Peduli dan Cinta Gunung Slamet, serta warga Pemalang, menggeruduk kantor DPRD Pemalang. Dimana aksi ini bertujuan menuntut penghentian aktivitas tambang yang dinilai merusak lingkungan dan berisiko memicu bencana di lereng Gunung Slamet.
Puluhan orang dari berbagai elemen ini,mendesak penutupan permanen aktivitas penambangan , karena izinnya dianggap merugikan ekosistem dan masyarakat.
Andi Rustono salah seorang Anggota Presidium menuturkan, Dampak Kerusakan alam bedasarkan laporan dari beberapa pihak serta dampak negatif pada mata air yang digunakan oleh Masyarakat lereng Gunung Slamet , tercemar akibat exploitasi kegiatan tambang.
Tak Ada Ruang Pembiaran! Formappel’RI Puji Sikap Tegas Bupati Deli Serdang
“Kami mendesak kepada Gubernur Jateng, agar segera menetapkan Gunung Slamet menjadi Taman Nasional karena kerusakan begitu Masif akibat dampak pertambangan,” ujar Andi,pada Senin ( 9/2 ).
Kepada pihak terkait, Dirinya juga meminta agar cakupan luas Hutan yang belum rusak, supaya dipertahankan,
“Luasan hutan yang sekarang ini ada jangan sampai berkurang, Andai kata saat ini masih ada 31.000 hektare dan 776 Masih alami pertahankan itu, Hutan jangan sekali kali lagi diselingkuhi, Kalau surat yang saya kirimkan terkait dengan penyelamatan Hutan Gunung Slamet, kami tahunya Perhutani yang bertanggung jawab atas kerusakan hutan ini, Ada pembiaran yang berlangsung selama ini,” Imbuh Andi.
Dirinya juga sangat menyangkan dengan tindakan para pendaki ketika melakukan aktifitas pendakian, ia menilai para pendaki tidak punya etika pada saat memasuki Area Gunung Slamet,
“Para Pendaki tidak punya sopan santun dalam memasuki Gunung Slamet, Percaya atau tidak hanya dalam tempo beberapa hari setelah Tim pencari Pendaki yang hilang beberapa bulan lalu, Dibubarkan pendaki baru bisa ditemukan, Karena mereka juga tidak punya adab, tidak punya unggah ungguh,Tolonglah setelah ada kejadian ini untuk para petugas di lereng Gunung Slamet agar selektif memberi ijin para pendaki,
“Mereka itu bukan pendaki, bukan pecinta alam, Mereka hanya konten kreator yang dengan bangganya menayangkan Foto atau video kegiatan mereka selama di Gunung Slamet,Tempat larangan mereka publikasikan, kita tahu tanpa Mereka unggah mana yang gundul mana yang tidak,Silahkan ditengok Gunung Slamet sekarang isinya sampah, karena mereka bukan pecinta alam jadi buang sampah sembarangan, harus selektif orang mendaki,Bila perlu tempat itu sementara ditutup saja,” tutupnya agak geram.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang Akhmadi, akan segera merumuskan perencanaan konservasi alam.
“DLH segera rumuskan untuk berbagai perencanaan dan harus segera di bicarakan,Tentunya konservasi alam untuk menjaga keanekaragaman Hayati yang ada di gunung Slamet,Tahapan ini kita akan diskusikan dulu dengan kepala DLH Provinsi wilayah Gunung Slamet,” terangnya.
Aksi Presidium Gunung Slamet ini, merupakan wujud protes atas lambatnya penanganan pemerintah terhadap kerusakan lingkungan yang semakin parah. ( Ragil).


Tinggalkan Balasan