Rutan Kelas I Makassar Gelar Perayaan Natal Warga Binaan Penuh Khidmat
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar menyelenggarakan Perayaan Natal bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Nasrani dengan penuh khidmat, aman, dan sarat makna kebersamaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian sekaligus pemenuhan hak beribadah bagi warga binaan, yang berlangsung tertib di lingkungan Rutan Kelas I Makassar.
Perayaan Natal diawali dengan sambutan Ketua Panitia yang menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara. Momentum ini menandai komitmen bersama dalam menghadirkan pembinaan rohani yang humanis di lingkungan pemasyarakatan.
Sambutan berikutnya disampaikan perwakilan Gereja Rutan Kelas I Makassar yang menekankan makna Natal sebagai penguatan iman, harapan, dan kasih, khususnya bagi warga binaan yang tengah menjalani masa pembinaan.
Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas I Makassar, Jayadikusumah, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam proses pemasyarakatan yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh warga binaan tanpa diskriminasi.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Dr. H. Muhammad, S.Ag., M.Ag., mengajak warga binaan memaknai Natal sebagai sarana refleksi diri dan pembaruan hidup, serta memperkuat komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depan.
Kepala Rutan Kelas I Makassar juga kembali menegaskan dukungan penuh jajaran rutan terhadap kegiatan pembinaan rohani. “Perayaan Natal ini kami harapkan dapat memberikan ketenangan batin, semangat baru, serta menjadi penguat nilai moral dan spiritual bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan,” ujar Jayadikusumah.
Ia turut mengapresiasi peran Kementerian Agama Kota Makassar, unsur gereja, serta seluruh pihak yang terlibat sehingga perayaan Natal dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh makna kebersamaan.
Usai rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan, sebelum memasuki acara inti berupa ibadah Perayaan Natal yang berlangsung dengan khusyuk dan tertib.
Melalui perayaan Natal ini, diharapkan warga binaan memperoleh ketenangan batin, penguatan nilai spiritual, serta semangat baru untuk menjalani masa pembinaan sebagai bekal kembali ke tengah masyarakat. (RAM)
Sumber: Humas.

Tinggalkan Balasan