MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Rutan Makassar Gandeng 37 Sinode, Perkuat Pembinaan Spiritual Warga Binaan

Karutan Kelas I Makassar, Yohanes Dias Sanyoto, bersama jajaran dan pengurus PGIW Sulseltra saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pembinaan kerohanian bagi warga binaan di Makassar, Senin (2/11/2026).

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Pemasyarakatan bukan semata tentang menjalani masa pidana, melainkan juga tentang membangun kesadaran, memperbaiki karakter, dan menyiapkan masa depan yang lebih baik. Prinsip inilah yang diperkuat Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar melalui kerja sama dengan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara (PGIW Sulseltra) dalam pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Kristen dan Katolik.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Aula Kantor PGIW Sulseltra, Makassar, Senin (2/11/2026). Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pelayanan keagamaan sekaligus menghadirkan pembinaan yang lebih terstruktur, inklusif, dan berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.

Kepada media, Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Makassar, Yohanes Dias Sanyoto, A.Md.IP., S.H., M.Si., hadir bersama Kepala Subseksi Bantuan Hukum dan Penyuluhan (BHP) serta jajaran. Dari pihak PGIW Sulseltra, hadir Ketua Umum MPH PGIW Sulseltra, Pdt. Yohanis Metris, M.Th., pengurus harian, serta perwakilan 37 sinode/gereja anggota dengan jumlah peserta sekitar 40 orang.

Bagi Rutan Makassar, pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan. Penguatan nilai-nilai keagamaan diharapkan menjadi salah satu landasan untuk menumbuhkan kesadaran diri, membangun tanggung jawab, dan mendorong perubahan perilaku selama menjalani masa pembinaan.

Yohanes Dias Sanyoto menegaskan bahwa Rutan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani masa pidana, tetapi juga sebagai ruang pembinaan untuk mempersiapkan warga binaan kembali ke tengah masyarakat dengan bekal yang lebih baik.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui upaya memenuhi hak beribadah dan memperkuat kolaborasi dengan lembaga keagamaan. Dengan demikian, pelayanan kerohanian tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan yang berjalan secara konsisten.

Sementara itu, Ketua Umum MPH PGIW Sulseltra, Pdt. Yohanis Metris, M.Th., menyambut baik kemitraan tersebut. Ia menegaskan bahwa gereja memiliki tanggung jawab pelayanan kepada seluruh kalangan, termasuk warga binaan yang membutuhkan pendampingan spiritual, penguatan moral, dan dukungan dalam menjalani proses perubahan diri.

Keterlibatan 37 sinode/gereja anggota PGIW Sulseltra menjadi unsur penting dalam pelaksanaan program ini. Pelayanan akan dilaksanakan secara bergilir dan terjadwal, mencakup ibadah rutin, konseling pastoral, serta pendampingan untuk memperkuat moral dan karakter warga binaan.

Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi ibadah mingguan, perayaan hari besar keagamaan, bimbingan rohani secara personal, hingga pembinaan kesadaran diri. Kedua pihak juga sepakat membentuk tim koordinator pelayanan dan menyusun jadwal kegiatan secara berkala guna mendukung pelaksanaan program yang terarah dan berkesinambungan.

Perjanjian kerja sama tersebut berlaku selama satu tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi bersama. Evaluasi ini menjadi bagian penting untuk menilai pelaksanaan pelayanan serta menentukan langkah perbaikan yang diperlukan dalam penguatan pembinaan kerohanian.

Kolaborasi Rutan Makassar dan PGIW Sulseltra menegaskan bahwa pembinaan pemasyarakatan perlu menyentuh aspek manusia secara utuh, termasuk dimensi spiritual dan moral. Pemenuhan hak beribadah, pendampingan rohani, serta penguatan karakter diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan menjalani reintegrasi sosial secara bertanggung jawab setelah kembali ke masyarakat. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini