MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Sambut HUT RI ke-81, Lapas Maros Tegaskan Pengabdian Kemanusiaan Lewat Donor Darah dan Layanan Kesehatan

Kalapas Kelas IIB Maros Ali Imran bersama jajaran petugas mengikuti kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial insan pemasyarakatan sekaligus dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan stok darah bagi masyarakat.

MAROS, MATANUSANTARA — Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui seremoni dan perayaan, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Nilai tersebut tercermin dalam keikutsertaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros pada kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan (Kanwil Ditjenpas Sulsel) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dr. Sahardjo, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Kamis (6/8/2026), menjadi bagian dari rangkaian bakti sosial yang melibatkan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sulsel.

Agenda tersebut tidak hanya bertujuan membantu memenuhi kebutuhan stok darah nasional, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kesehatan sebagai modal utama dalam memberikan pelayanan publik yang optimal.

Jajaran Lapas Maros tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Sebelum mendonorkan darah, para peserta menjalani pemeriksaan kesehatan dan skrining medis guna memastikan kondisi fisik memenuhi standar donor. Sementara itu, layanan pemeriksaan kesehatan gratis dimanfaatkan oleh peserta lain sebagai sarana deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kesehatan.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan pengawasan tenaga medis profesional, sehingga seluruh proses berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur. Lebih dari sekadar kegiatan sosial, donor darah menjadi representasi nyata nilai kemanusiaan yang terus dijaga dan ditumbuhkan dalam lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Maros, Ali Imran, menilai kegiatan tersebut memiliki makna strategis karena mempertemukan semangat pengabdian aparatur negara dengan kebutuhan kemanusiaan yang nyata di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa insan pemasyarakatan tidak hanya menjalankan tugas pembinaan dan pelayanan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama. Setiap tetes darah yang didonorkan diharapkan dapat membantu menyelamatkan nyawa serta menjadi bentuk kontribusi nyata dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Ali Imran.

Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam tindakan yang memberi manfaat bagi orang lain. Donor darah menjadi salah satu bentuk kontribusi sederhana namun memiliki dampak besar karena mampu membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah di berbagai fasilitas kesehatan.

Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi cerminan transformasi pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada fungsi pembinaan warga binaan, tetapi turut mengambil peran dalam agenda sosial dan kemanusiaan. Hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemasyarakatan modern yang menempatkan nilai kemanfaatan sosial sebagai bagian dari pengabdian institusi kepada masyarakat.

Partisipasi Lapas Maros dalam kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utama dalam membangun budaya kerja pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berintegritas.

Di momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lapas Maros menunjukkan bahwa makna kemerdekaan tidak hanya dikenang melalui sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga diwujudkan melalui aksi-aksi kemanusiaan yang mampu menghadirkan harapan dan manfaat bagi sesama.

Setiap tetes darah yang disumbangkan menjadi simbol pengabdian, solidaritas, dan komitmen insan pemasyarakatan untuk terus hadir melayani masyarakat serta mendukung pembangunan bangsa menuju Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini