MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Sanggar Jeruji Rutan Pangkep Ubah Suasana Kunjungan Lewat Musik Akustik

Warga binaan yang tergabung dalam Sanggar Jeruji Rutan Pangkep menampilkan musik akustik untuk menghibur pengunjung sekaligus menyalurkan kreativitas di sela layanan kunjungan, Kamis (22/10/2026).

PANGKEP, MATANUSANTARA — Musik menjadi jembatan yang menghadirkan suasana berbeda di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkep. Di sela layanan kunjungan, warga binaan yang tergabung dalam Sanggar Jeruji (Jejak Ruang Imajinapi) tampil membawakan sejumlah lagu akustik untuk menghibur pengunjung, Kamis (22/10/2026).

Penampilan tersebut menghadirkan ruang ekspresi bagi warga binaan untuk menunjukkan kemampuan bermusik sekaligus membangun kepercayaan diri. Di balik kegiatan sederhana itu, seni menjadi salah satu sarana untuk mengisi masa pembinaan dengan aktivitas positif dan produktif.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi Mata Nusantara, anggota Sanggar Jeruji tampil di hadapan pengunjung dengan membawakan sejumlah lagu dalam format akustik.

Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan hiburan bagi keluarga yang datang, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki.

Kehadiran musik di tengah kegiatan kunjungan turut memberikan warna berbeda dalam pelayanan rutan. Interaksi yang biasanya berfokus pada pertemuan warga binaan dengan keluarga kini disertai penampilan seni yang menghadirkan suasana lebih hidup.

Kepada media, Kepala Subseksi Pelayanan Rutan Pangkep, Djufri Rasyid, mengatakan Sanggar Jeruji menjadi wadah bagi warga binaan untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memberikan hiburan kepada pengunjung.

“Penampilan musik ini menjadi salah satu hiburan yang kami berikan bagi pengunjung. Warga binaan juga mendapat ruang untuk menyalurkan bakat dan tampil dengan percaya diri melalui kegiatan yang positif,” ujarnya.

Bagi warga binaan, kesempatan tampil di hadapan orang lain menjadi bagian dari proses mengembangkan kemampuan diri. Melalui kegiatan bermusik, mereka dapat melatih keberanian, menjaga produktivitas, dan membangun pengalaman berkarya selama menjalani masa pembinaan.

Sanggar Jeruji juga memperlihatkan bahwa kegiatan pembinaan dapat dilakukan melalui pendekatan kreatif. Seni memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengekspresikan diri secara positif, sekaligus membuka kesempatan bagi potensi yang mereka miliki untuk terus diasah.

Meski demikian, keberlanjutan kegiatan kreatif seperti ini memerlukan dukungan dan pembinaan yang konsisten agar tidak berhenti sebagai hiburan sesaat.

Pengembangan keterampilan, kesempatan tampil, serta pendampingan yang berkelanjutan dapat membantu warga binaan mempertahankan minat dan mengembangkan kemampuan yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.

Rutan Pangkep terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk menyalurkan minat dan bakat melalui kegiatan positif. Sanggar Jeruji diharapkan berkembang sebagai wadah kreativitas yang mendukung suasana pembinaan lebih humanis, produktif, dan memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk terus berkarya.

Pada akhirnya, pembinaan tidak hanya berbicara tentang menjalani masa hukuman, tetapi juga tentang menyediakan kesempatan bagi setiap warga binaan untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri kembali menjadi bagian dari masyarakat. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini