SSDM Mabes Turun ke Polda Sulsel, Objektivitas Promosi Jabatan Jadi Perhatian
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Objektivitas promosi jabatan dan kualitas pembinaan karier menjadi perhatian dalam supervisi yang dilakukan Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Mabes Polri di Polda Sulawesi Selatan. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan proses pengembangan karier personel berjalan selaras dengan kompetensi, kebutuhan organisasi, serta prinsip profesionalitas dan keadilan.
Kegiatan Supervisi Promosi Jabatan (Projab) dan Manajemen Talenta Polri (MTP) tersebut berlangsung di Ruang Assessment Center Polda Sulsel, Kamis (5/11/2026), dengan melibatkan enam perwira sebagai peserta dalam dua agenda pembinaan karier.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolri Nomor: Sprin/3447/X/KEP./2026 tertanggal 19 Oktober 2026.
Tim supervisi dipimpin Kabagrenmin SSDM Polri, Kombes Pol Riyadi Nugroho, S.I.K., bersama AKBP Syaifuddin, S.Sos., M.Tr.A.P., dan AKP Dodi Subrada, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., dari tim Manajemen Talenta.
Dalam pelaksanaannya, Polda Sulsel melibatkan 43 asesor dengan rincian enam peserta, terdiri atas dua peserta Promosi Jabatan dan empat peserta Manajemen Talenta Polri.
Dua agenda utama menjadi fokus pendalaman, yakni promosi jabatan Kapolsek Eselon IV A Polda Sulsel serta Manajemen Talenta Polri untuk jabatan Kasat Binmas Polres Pinrang.
Kegiatan dibuka Kabagbinkar Biro SDM Polda Sulsel, AKBP Dr. Fantry Taherong, S.H., S.I.K., M.H., M.Krim. Turut hadir Kasubbagmutjab Kompol Akhmad Rivandy, S.I.K., M.Si., Kasubbagkompeten Kompol Pantinggian, S.Sos., Kasubbagpangkat Kompol Asriani, serta seluruh Paur di lingkungan Bagbinkar Biro SDM Polda Sulsel.
Dalam sambutannya, AKBP Dr. Fantry Taherong menempatkan supervisi tersebut sebagai momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas, menyamakan pemahaman, serta menyempurnakan penyelenggaraan Promosi Jabatan dan Manajemen Talenta Polri di tingkat kewilayahan.
“Kami memandang kunjungan supervisi ini sebagai kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas, menyamakan pemahaman dan menyempurnakan penyelenggaraan Projab serta Manajemen Talenta Polri di Polda Sulsel,” ujar AKBP Dr. Fantry Taherong.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang membutuhkan peningkatan, mulai dari penyiapan administrasi, pemetaan personel, pelaksanaan tahapan kegiatan, hingga tindak lanjut hasil penilaian.
Karena itu, masukan dan koreksi dari Tim Supervisi SSDM Polri dinilai penting untuk memastikan setiap tahapan berjalan tertib, konsisten, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, kesamaan pemahaman antara kebijakan pembinaan karier di tingkat pusat dan implementasinya di kewilayahan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pengembangan karier personel yang objektif dan berkeadilan.
“Melalui kegiatan ini kita berharap terbangun kesamaan pemahaman antara kebijakan pembinaan karier di tingkat pusat dan pelaksanaannya di kewilayahan, sehingga penyelenggaraan Projab dan Manajemen Talenta Polri semakin mendukung kebutuhan organisasi serta pengembangan karier personel secara objektif dan berkeadilan,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Tim Supervisi Kombes Pol Riyadi Nugroho menyampaikan apresiasi kepada jajaran Biro SDM Polda Sulsel atas penerimaan dan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menilai dukungan jajaran Biro SDM menjadi bagian penting sehingga rangkaian supervisi Promosi Jabatan dan Manajemen Talenta Polri dapat terlaksana dengan baik.
Usai pembukaan, Tim Supervisi SSDM Polri melanjutkan agenda dengan melakukan pendalaman terhadap seluruh peserta Projab dan MTP Polda Sulsel.
Supervisi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola sumber daya manusia Polri. Sebab, promosi jabatan bukan semata-mata proses pengisian posisi dalam struktur organisasi, melainkan juga menyangkut kesesuaian kompetensi, kapasitas kepemimpinan, dan kebutuhan institusi.
Sementara itu, manajemen talenta memiliki peran strategis dalam memetakan potensi personel agar pengembangan karier dapat dilakukan secara lebih terarah.
Dengan demikian, objektivitas penilaian, ketepatan pemetaan kompetensi, serta konsistensi penerapan kebijakan menjadi aspek penting dalam membangun sistem pembinaan karier yang profesional.
Melalui supervisi tersebut, Polda Sulsel diharapkan semakin memperkuat penerapan sistem promosi jabatan dan manajemen talenta yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kualitas sumber daya manusia.
Sebab, kualitas organisasi kepolisian tidak hanya ditentukan oleh kekuatan operasional, tetapi juga oleh ketepatan menempatkan personel yang memiliki kompetensi dan integritas pada jabatan yang sesuai. (**).

Tinggalkan Balasan