Surahman Driver Ojol Korban Truk Tronton di Perintis Tutup Usia di RS Tajuddin
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Tragedi kecelakaan beruntun di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, kembali menyisakan duka mendalam. Surahman (37), driver ojek online yang menjadi korban terparah insiden truk tronton, dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RS Tajuddin Chalid Makassar.
Informasi meninggalnya korban diterima dari Group Teropong Makassar, menyusul kondisi kritis Surahman pascakecelakaan yang terjadi pada Selasa sore. Korban sempat berjuang melawan luka berat akibat benturan keras sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di ruang perawatan.
Daftar Lengkap Identitas Korban Insiden Truk Tronton Seruduk 4 Pengendara di Perintis Makassar
Surahman diketahui merupakan pengendara sepeda motor listrik yang berada di posisi paling belakang antrean kendaraan saat lampu merah menyala. Detik berikutnya, truk tronton yang melaju dari arah utara tiba-tiba menghantam deretan kendaraan dari belakang tanpa sempat dihindari.
“Truk tronton bergerak dari arah utara ke selatan, lalu menabrak kendaraan-kendaraan di depannya yang sementara berhenti di traffic light,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Makassar, Iptu Jerry, dalam keterangan tertulis yang diterima matanusantara.co.id, Rabu dini hari (17/12).
Detik-Detik Truk Tronton Mengamuk di Perintis, Empat Kendaraan Disapu Sekaligus
Benturan tersebut menyebabkan Surahman terseret dan mengalami luka sangat serius. Tangan kirinya putus di lokasi kejadian, kaki kanannya patah terbuka, darah keluar dari mulut, dan korban tak sadarkan diri sebelum dievakuasi ke rumah sakit.
Korban merupakan warga Botolempangan, Kabupaten Maros, dan dikenal sebagai pencari nafkah utama keluarga. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga sesama driver ojek online yang selama ini berjuang di jalanan demi penghasilan harian.
Sementara itu, pengemudi truk tronton bernama Zainal Kurniwan (28), warga Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, dilaporkan hanya mengalami luka ringan dan tidak menjalani perawatan medis. Polisi masih mendalami peran dan tanggung jawab pengemudi dalam insiden tersebut.
Kecelakaan beruntun ini melibatkan lima kendaraan, yakni truk tronton DD 9823 AN, sepeda motor listrik DD 3943 XCT, Daihatsu Ayla DD 1838 QI, truk Isuzu T 9908 DE, dan Toyota Avanza DD 1804 SK. Seluruh kendaraan diketahui tengah berhenti di lampu merah saat ditabrak dari belakang.
Pihak kepolisian menegaskan penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan rem blong, kondisi jalan licin akibat hujan, hingga kelalaian manusia. Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa satu momen di jalan raya dapat merenggut nyawa dan masa depan keluarga yang ditinggalkan. (RAM).


Tinggalkan Balasan