MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Tak Hanya Sampaikan Arahan, Kalapas Parepare Turun Langsung Dengar Kelurahan Warga Binaan Lansia

Kalapas Kelas IIA Parepare memberikan arahan dan motivasi kepada warga binaan lansia seusai senam rutin, Selasa (27/10/2026).

PAREPARE, MATANUSANTARA — Kepedulian terhadap warga binaan lanjut usia (lansia) tidak cukup diwujudkan melalui program rutin, tetapi juga membutuhkan komunikasi langsung dan kesediaan mendengarkan kebutuhan mereka. Pendekatan tersebut ditunjukkan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Parepare saat berinteraksi dengan warga binaan pemasyarakatan (WBP) lansia seusai senam rutin, Selasa (27/10/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, momen tersebut dimanfaatkan Kalapas untuk memberikan motivasi sekaligus mendengar langsung keluhan, masukan, dan kebutuhan para warga binaan lansia.

Dalam suasana terbuka dan penuh kepedulian, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, mempertahankan semangat, serta mengikuti program pembinaan yang telah disiapkan pihak lapas.

Interaksi ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat antara pimpinan dan warga binaan. Melalui dialog langsung, pihak lapas dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi yang dihadapi warga binaan lansia sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Dalam arahannya, Kalapas menekankan bahwa kesehatan, kedisiplinan, dan semangat positif tetap perlu dijaga selama menjalani masa pembinaan. Ia juga mendorong para WBP lansia agar berani menyampaikan kendala yang mereka alami sehingga dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Pengarahan tersebut turut didampingi perawat Klinik Pratama Pengayoman Lapare dan Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat). Kehadiran petugas kesehatan dan pembinaan mendukung perhatian terhadap kondisi warga binaan lansia sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Bagi warga binaan lanjut usia, pelayanan yang memperhatikan kondisi fisik dan kebutuhan individual menjadi aspek penting dalam kehidupan di dalam lapas. Karena itu, komunikasi yang terbuka perlu diikuti dengan pemantauan kesehatan serta tindak lanjut atas keluhan yang disampaikan.

Salah seorang WBP lansia mengaku senang dapat mengikuti senam rutin dan memperoleh kesempatan berinteraksi langsung dengan Kalapas. Selain merasakan manfaat kegiatan fisik bagi kebugaran, ia juga mengapresiasi kesempatan untuk menyampaikan keluhan dan mendapatkan perhatian dari pimpinan.

“Kami senang bisa mengikuti senam bersama dan mendapat arahan langsung dari Bapak Kalapas. Selain badan terasa lebih segar, kami juga merasa diperhatikan karena bisa menyampaikan keluhan dan didengarkan. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat hubungan komunikasi antara petugas dan warga binaan, khususnya kelompok lansia yang memerlukan perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan selama menjalani masa pembinaan.

Meski demikian, pendekatan humanis tidak berhenti pada pemberian motivasi atau dialog sesaat. Konsistensi pemantauan kesehatan, respons terhadap kebutuhan, dan penyelesaian persoalan yang ditemukan menjadi bagian penting agar perhatian yang diberikan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Parepare berupaya memperkuat pelayanan yang mengedepankan penghormatan terhadap martabat manusia dan respons terhadap kebutuhan warga binaan.

Pendekatan tersebut diharapkan membantu WBP lansia menjalani masa pembinaan dengan lebih nyaman, menjaga kesehatan, serta mempertahankan semangat untuk memperbaiki diri. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini