Breaking News: Belum Cukup 1×24 Jam Berdinas, Pejabat Baru Polsek Tamalate Ringkus 10 Geng Motor
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Belum genap sehari menjabat, pejabat baru Kanitres Iptu Latif langsung menunjukkan keseriusan dalam memberantas aksi kriminal jalanan. Dalam koordinasi cepat, tim Resmob Polsek Tamalate berhasil menangkap 10 anggota geng motor yang hendak menyerang di Jalan Manuggal 31, Kelurahan Maccini Sombala, Sabtu (17/01/2026).
Kapolsek Tamalate, Kompol Muh. Thamrin, SE., MM., menegaskan, pengamanan ini dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dari warga. Puluhan kendaraan berhasil diamankan sebagai langkah antisipasi kejahatan lebih lanjut.
“Ini sangat kita sayangkan, karena anak-anak seharusnya berada dalam lingkungan yang mendukung pendidikan dan masa depan mereka, bukan justru terjerumus dalam tindakan kriminal,” ujarnya kepada matanusantara.co.id, melalui WhatsApp, Senin (19/01/2026).
Perwira Polsek Tamalate Jadi Inspektur Upacara, Sampaikan Pesan Kamtibmas ke Siswa
Keseluruhan 10 terduga masih di bawah umur. Pihak kepolisian memanggil orang tua mereka untuk memberikan arahan agar pengawasan terhadap anak-anak diperketat, terutama dalam pergaulan sehari-hari.
“Untuk memberikan efek jerah, kami dari kepolisian menyita dan mengamankan kendaraan untuk sementara waktu, satu bulan lamanya, yang diduga digunakan untuk melakukan aksi kejahatan di jalanan,” tambah Kompol Thamrin.
Polsek Tamalate Serahkan Motor Hasil Temuan Warga ke Pemiliknya
Kasus ini menyoroti dilema sosial dan hukum: keterlibatan anak-anak dalam geng motor menunjukkan lemahnya pengawasan keluarga, minimnya pembinaan di sekolah, dan ketidakterlibatan lingkungan sosial.
“Perlu sinergi semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah dan aparat penegak hukum, untuk melakukan pembinaan dan pencegahan sejak dini agar kejadian serupa tidak terus terulang,” tegas Kompol Thamrin.
Fenomena geng motor anak-anak bukan sekadar persoalan kriminalitas, tetapi refleksi kegagalan sistemik dalam membina generasi muda. Efek negatifnya tidak hanya merusak masa depan anak-anak, tetapi juga mengganggu ketertiban dan rasa aman masyarakat.
Polsek Tamalate Sinergikan Sekolah dan Polisi, Tangkal Tawuran Pelajarp
Kapolsek menekankan, pencegahan harus menjadi prioritas, melalui pendekatan terpadu yang melibatkan keluarga, sekolah, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian. Hanya dengan koordinasi yang baik, anak-anak dapat diarahkan ke jalur positif dan menghindari kriminalitas jalanan.
“Kami berharap ke depan upaya pencegahan dapat diperkuat sehingga generasi muda di Kecamatan Tamalate khususnya, tidak terjerumus ke dalam aktivitas negatif yang membahayakan diri mereka sendiri maupun masyarakat,” pungkasnya. (Ram/Ramadhan).

Tinggalkan Balasan