Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital
Breaking News: Belum Cukup 1x24 Jam Berdinas, Pejabat Baru Polsek Tamalate Ringkus 10 Geng Motor – Mata Nusantara
Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

Mata Nusantara

Akurat Tajam & Terpercaya

Breaking News: Belum Cukup 1×24 Jam Berdinas, Pejabat Baru Polsek Tamalate Ringkus 10 Geng Motor

Anggota Resmob Polsek Tamalate mengamankan geng motor anak di bawah umur dan kendaraan mereka.

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Belum genap sehari menjabat, pejabat baru Kanitres Iptu Latif langsung menunjukkan keseriusan dalam memberantas aksi kriminal jalanan. Dalam koordinasi cepat, tim Resmob Polsek Tamalate berhasil menangkap 10 anggota geng motor yang hendak menyerang di Jalan Manuggal 31, Kelurahan Maccini Sombala, Sabtu (17/01/2026).

Kapolsek Tamalate, Kompol Muh. Thamrin, SE., MM., menegaskan, pengamanan ini dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dari warga. Puluhan kendaraan berhasil diamankan sebagai langkah antisipasi kejahatan lebih lanjut.

“Ini sangat kita sayangkan, karena anak-anak seharusnya berada dalam lingkungan yang mendukung pendidikan dan masa depan mereka, bukan justru terjerumus dalam tindakan kriminal,” ujarnya kepada matanusantara.co.id, melalui WhatsApp, Senin (19/01/2026).

Perwira Polsek Tamalate Jadi Inspektur Upacara, Sampaikan Pesan Kamtibmas ke Siswa

Keseluruhan 10 terduga masih di bawah umur. Pihak kepolisian memanggil orang tua mereka untuk memberikan arahan agar pengawasan terhadap anak-anak diperketat, terutama dalam pergaulan sehari-hari.

“Untuk memberikan efek jerah, kami dari kepolisian menyita dan mengamankan kendaraan untuk sementara waktu, satu bulan lamanya, yang diduga digunakan untuk melakukan aksi kejahatan di jalanan,” tambah Kompol Thamrin.

Polsek Tamalate Serahkan Motor Hasil Temuan Warga ke Pemiliknya

Kasus ini menyoroti dilema sosial dan hukum: keterlibatan anak-anak dalam geng motor menunjukkan lemahnya pengawasan keluarga, minimnya pembinaan di sekolah, dan ketidakterlibatan lingkungan sosial.

“Perlu sinergi semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah dan aparat penegak hukum, untuk melakukan pembinaan dan pencegahan sejak dini agar kejadian serupa tidak terus terulang,” tegas Kompol Thamrin.

Fenomena geng motor anak-anak bukan sekadar persoalan kriminalitas, tetapi refleksi kegagalan sistemik dalam membina generasi muda. Efek negatifnya tidak hanya merusak masa depan anak-anak, tetapi juga mengganggu ketertiban dan rasa aman masyarakat.

Polsek Tamalate Sinergikan Sekolah dan Polisi, Tangkal Tawuran Pelajarp

Kapolsek menekankan, pencegahan harus menjadi prioritas, melalui pendekatan terpadu yang melibatkan keluarga, sekolah, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian. Hanya dengan koordinasi yang baik, anak-anak dapat diarahkan ke jalur positif dan menghindari kriminalitas jalanan.

“Kami berharap ke depan upaya pencegahan dapat diperkuat sehingga generasi muda di Kecamatan Tamalate khususnya, tidak terjerumus ke dalam aktivitas negatif yang membahayakan diri mereka sendiri maupun masyarakat,” pungkasnya. (Ram/Ramadhan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!
Exit mobile version