MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Lapas Maros Perkuat Kultur Kinerja, Dua Petugas Raih Predikat Teladan Awal 2026

Penguatan Kultur Kinerja Melalui Penghargaan Petugas Teladan 2026.

MAROS, MATANUSANTARA — Lapas Kelas IIB Maros mempertegas komitmen penguatan kultur kinerja berbasis integritas melalui pemberian penghargaan kepada petugas teladan periode Januari dan Februari 2026. Kebijakan ini tidak sekadar seremonial, tetapi merupakan instrumen manajerial dalam membangun performance culture yang terukur dan berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.

Untuk periode Januari 2026, penghargaan diberikan kepada Moh Danar Ali Zabana, sementara periode Februari 2026 diraih oleh Tri Fajar Hariyadi Basir, S.H. Penetapan keduanya didasarkan pada indikator kinerja yang mencakup disiplin operasional, kepatuhan terhadap standar prosedur, integritas personal, serta kapasitas menjadi role model di unit kerja.

Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung dalam forum resmi yang dihadiri jajaran pejabat struktural dan seluruh petugas. Momentum ini dimaknai sebagai trigger point untuk mendorong akselerasi kinerja, sekaligus memperkuat akuntabilitas internal dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Maros, Ali Imran, menegaskan bahwa sistem penghargaan merupakan bagian dari reward mechanism yang dirancang untuk menjaga ritme kinerja organisasi tetap progresif.

“Penghargaan ini bukan hanya sekadar simbol, tetapi menjadi bentuk pengakuan atas kerja keras dan tanggung jawab yang telah ditunjukkan. Saya berharap ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh petugas untuk terus memberikan yang terbaik dalam pelaksanaan tugas,” ujar Imran dihadapan seluruh jajarannya, Selasa (31/03).

Ia menambahkan, keberhasilan organisasi pemasyarakatan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan loyalitas yang terjaga. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai dasar ASN menjadi prioritas dalam setiap lini kerja.

Lebih jauh, pemberian penghargaan ini diproyeksikan mampu menciptakan ekosistem kerja yang kompetitif namun sehat, berbasis merit system, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Dalam konteks yang lebih luas, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi reformasi birokrasi di sektor pemasyarakatan.

Dengan pendekatan tersebut, Lapas Kelas IIB Maros diharapkan mampu menjaga konsistensi kinerja institusi, memperkuat kepercayaan publik, serta memastikan bahwa fungsi pembinaan berjalan selaras dengan prinsip keadilan dan kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini