Terungkap Orang Pertama Temukan Granat di Kantor BPN Makassar, Berikut Kronologi Lengkapnya
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Fakta baru terungkap dalam peristiwa penemuan benda diduga granat di lingkungan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Makassar, Rabu (1/4/2026). Sosok pertama yang menemukan benda berbahaya tersebut ternyata seorang petugas kebersihan dari Dinas Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Informasi ini diperoleh berdasarkan bahan keterangan (baket) resmi internal Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) yang enggandisebutkan identitasnya.
Dalam baket tersebut menguraikan secara rinci kronologi kejadian beserta identitas penemu awal. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WITA di tong sampah depan masjid dalam kompleks Kantor BPN Makassar, Kecamatan Rappocini, area yang tergolong padat aktivitas pegawai dan masyarakat.
Dalam baket disebutkan, benda mencurigakan itu pertama kali ditemukan oleh Sdr. Asri (28), petugas Dinas Kebersihan Kota Makassar, saat menjalankan tugas rutin pengangkutan sampah.
“Saat saya mengambil sampah di tong sampah, saya melihat ada benda seperti granat nanas. Saya kaget dan langsung menelpon Daeng Bella untuk memberitahu,” ungkapnya, dikutip Rabu (01/04).
Temuan tersebut langsung memicu respons internal. Benda yang diduga granat itu sempat dipindahkan dari lokasi awal ke meja security oleh petugas internal, sebelum akhirnya dikembalikan ke tempat semula karena kekhawatiran akan risiko ledakan.
Daeng Bella selaku petugas OB yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan pihak keamanan internal untuk penanganan awal.
Situasi kemudian ditangani lebih serius setelah Pak Agung yang mengoordinasikan security menghubungi Tim Penjinak Bom (Jihandak) Brimob Polda Sulawesi Selatan.
Sekitar pukul 10.55 WITA, personel Polsek Rappocini tiba di lokasi dan langsung melakukan sterilisasi area dengan memasang garis polisi guna mencegah akses masyarakat ke titik rawan.
Penanganan profesional berlangsung saat tim Jibom Brimob yang dipimpin IPTU Syahrir tiba di tempat kejadian perkara pada pukul 11.40 WITA.
Tidak berselang lama, tepat pukul 11.55 WITA, benda tersebut berhasil diamankan untuk dilakukan disposal sesuai prosedur standar penanganan bahan peledak.
Meski situasi telah dinyatakan aman, keberadaan benda menyerupai granat di area kantor pemerintahan tanpa terdeteksi sebelumnya menjadi catatan serius dalam aspek pengamanan.
Peristiwa ini membuka ruang evaluasi terhadap sistem pengawasan internal, standar operasional keamanan, serta potensi kelalaian yang dapat berdampak langsung pada keselamatan publik.
Hingga kini, aparat belum memberikan keterangan resmi terkait status aktif atau tidaknya granat tersebut maupun asal-usulnya.
Penanganan lanjutan diharapkan tidak berhenti pada aspek teknis semata, tetapi juga menyasar penelusuran sumber benda berbahaya tersebut sebagai bagian dari mitigasi ancaman keamanan yang lebih luas. (***)

Tinggalkan Balasan