Enam Bulan Mengabdi, Peserta MagangHub Kemnaker Resmi Dilepas Lapas Maros
MAROS, MATANUSANTARA — Suasana haru dan penuh apresiasi menyelimuti lapangan apel Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Maros saat pelepasan peserta program MagangHub Batch 2 milik Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia digelar, Senin (25/5). Momen tersebut menandai berakhirnya perjalanan pengabdian para peserta magang setelah enam bulan menjalani proses pembelajaran dan pengalaman kerja di lingkungan pemasyarakatan.
Program MagangHub menjadi salah satu langkah strategis Kemnaker RI dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui kolaborasi lintas instansi. Di Lapas Maros, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja administratif, namun juga terlibat langsung dalam pelayanan publik, dukungan kehumasan, hingga aktivitas pembinaan yang menuntut kedisiplinan dan tanggung jawab tinggi
Selama enam bulan berada di balik tembok pembinaan, para peserta magang dinilai mampu beradaptasi dengan ritme kerja institusi pemasyarakatan. Kehadiran mereka bahkan disebut membawa energi baru dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan di lingkungan Lapas Maros.
Prosesi pelepasan berlangsung sederhana namun sarat makna. Jajaran pimpinan Lapas Maros memberikan penghargaan atas dedikasi dan kontribusi peserta melalui penyerahan sertifikat penghargaan serta cenderamata sebagai simbol terjalinnya hubungan kerja sama yang positif selama program berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, para peserta turut menyampaikan kesan dan pengalaman selama mengikuti program MagangHub. Sejumlah peserta mengaku memperoleh banyak pelajaran berharga, mulai dari kedisiplinan kerja, etika pelayanan publik, hingga pemahaman mengenai sistem pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Maros, Ali Imran, menegaskan bahwa program MagangHub tidak hanya menjadi wadah pembelajaran bagi peserta, tetapi juga membawa dampak positif bagi instansi.
“Melalui program MagangHub ini, kami berharap para peserta dapat membawa pengalaman dan ilmu yang diperoleh selama berada di Lapas Kelas IIB Maros sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja ke depan. Kami mengapresiasi dedikasi dan kontribusi seluruh peserta selama mengikuti kegiatan magang,” ujar Imran.
Ia menambahkan, kolaborasi bersama Kemnaker RI menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya kerja yang lebih produktif, adaptif, dan kolaboratif di lingkungan pemasyarakatan.
Berakhirnya MagangHub Batch 2 sekaligus menjadi penegasan komitmen Lapas Maros dalam mendukung pengembangan generasi muda melalui pengalaman kerja yang edukatif dan profesional. Sinergi bersama Kemnaker RI diharapkan terus berlanjut melalui program-program peningkatan kompetensi sumber daya manusia lainnya. (***).


Tinggalkan Balasan