Viral!! SPBU Noreg 74.911.60 Diduga Milik Kerabat Walikota Diam-Diam Layani ‘Mafia Solar’ di Tengah Malam
PAREPARE, MATANUSANTARA — Sebuah video yang merekam aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi pada tengah malam hingga dini hari di SPBU Nomor Registrasi 74.911.60, Ujung Bulu, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendadak viral di media sosial dan memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Video yang beredar luas melalui akun Facebook @Target Tuntas itu menjadi bahan perbincangan publik setelah memperlihatkan sejumlah kendaraan truk melakukan pengisian solar subsidi pada jam-jam yang dinilai rawan terhadap praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Berdasarkan pantauan tim redaksi, unggahan tersebut dipublikasikan pada Sabtu, 6 Juni 2026, dengan keterangan yang menyebut adanya dugaan aktivitas pelangsiran solar subsidi menggunakan lebih dari satu barcode.
“Video amatir merekam sopir mengisi BBM di SPBU 74.911.60 Ujung Bulu Parepare,” tulis pemilik akun dalam unggahannya, dikutip media ini, Minggu (07/06)
Dalam keterangan video itu disebutkan bahwa aktivitas pengisian solar subsidi pada dini hari di SPBU tersebut menjadi sorotan karena diduga melibatkan kendaraan yang melakukan pengisian berulang.
“Sejumlah sopir truk terekam melakukan pengisian pada tengah malam hingga dini hari,” demikian isi unggahan tersebut.
Narasi yang beredar bahkan menyebut kendaraan-kendaraan tersebut diduga merupakan armada pelangsir solar subsidi.
“Berdasarkan informasi yang diperoleh, kendaraan tersebut diduga merupakan armada pelangsir solar subsidi. Setiap truk disebut dapat melakukan pengisian berulang menggunakan beberapa barcode berbeda,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu juga menyebut praktik tersebut diduga telah berlangsung cukup lama dan berpotensi mengurangi kuota BBM subsidi yang semestinya dinikmati masyarakat yang berhak.
“Praktik ini diduga telah berlangsung cukup lama dan berpotensi menguras kuota BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak,” lanjut keterangan video.
Yang menarik perhatian publik, video tersebut juga memperlihatkan seorang pria yang diduga sopir truk melakukan pengisian BBM sendiri tanpa terlihat adanya operator SPBU di sekitar dispenser pengisian.
Tak lama setelah video itu viral, berbagai informasi bermunculan dari masyarakat. Salah seorang tokoh masyarakat Parepare yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku aktivitas pengisian solar subsidi pada malam hari di lokasi tersebut bukan lagi cerita baru.
“Sudah lumrah, siapa yang tidak kenal pemilik Pom Bensin Ujung Bulu, semua masyarakat tau,” kata sumber tersebut kepada media ini, Minggu (7/6).
Pernyataan itu kemudian berkembang menjadi perbincangan publik setelah sumber tersebut mengaitkan kepemilikan SPBU dengan keluarga pejabat daerah.
“H. Mistang, Pom bensinnya saurdaranya wali kota,” ujarnya.
Meski demikian, media ini belum memperoleh dokumen resmi yang dapat memverifikasi hubungan keluarga maupun status kepemilikan sebagaimana informasi yang berkembang di masyarakat. Karena itu, informasi tersebut masih sebatas keterangan narasumber yang memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Klarifikasi SPBU Ujung Bulu
Di tengah derasnya sorotan publik, pihak SPBU 74.911.60 Ujung Bulu akhirnya memberikan klarifikasi. Dalam pemberitaan yang dipublikasikan Insidennews.com, Admin SPBU Ujung Bulu, Mulia, membantah adanya praktik pengisian solar subsidi secara berulang menggunakan banyak barcode.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Mulia mengaku belum dapat memberikan penjelasan rinci terkait dugaan yang beredar karena tidak berada di lokasi selama 24 jam penuh.
“Tidak bisa ka berikan jawaban karena sepenuhnya saya tidak stay 24 jam dan nanti saya koordinasi sama karyawan ku soal ini,” ujarnya.
Mulia juga menyebut akan melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap informasi yang beredar di media sosial maupun masyarakat.
“Nanti saya cek karena terakhir ada kejadian yang diminta Polres Luwu soal mobil bodong. CCTV memang lagi tidak menunjukkan rekaman. Itu tanggal 22 Mei, terkait mobil bodong dari Luwu singgah mengisi di SPBU,” katanya.
Pernyataan mengenai CCTV yang tidak menampilkan rekaman pada momen tertentu turut memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Pasalnya, rekaman kamera pengawas kerap menjadi salah satu alat penting dalam menelusuri dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi.
Meski demikian, pihak SPBU memastikan operasional berjalan normal dan distribusi BBM subsidi tetap sesuai prosedur.
“Kalau saya lihat sejauh ini aman. Bisa kita cek bagaimana antrean kendaraan di SPBU,” tambahnya.
Mulia juga membantah keras isu mengenai penggunaan hingga 10 barcode berbeda oleh satu kendaraan untuk memperoleh solar subsidi.
“Membantah adanya penggunaan 10 barcode dan tidak masuk di akal. Terkait mekanisme barcode dan identitas kendaraan seperti biasa, scan program isi,” tegasnya.
Menurutnya, SPBU Ujung Bulu memperoleh alokasi solar subsidi sekitar 16 kiloliter per hari dengan realisasi penyaluran berkisar antara 15 hingga 16 kiloliter setiap harinya.
“16 kiloliter per hari. Dari jauh penjualan memang tiap hari berkisar 15 sampai 16 kiloliter per hari,” pungkasnya.
Terlepas dari bantahan tersebut, video yang telah ditonton dan dibagikan oleh banyak pengguna media sosial itu kini menjadi perhatian publik. Masyarakat menunggu langkah aparat penegak hukum, Pertamina, maupun instansi pengawas untuk memastikan apakah aktivitas yang terekam dalam video tersebut murni aktivitas pengisian biasa atau terdapat dugaan pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai hasil pemeriksaan atas dugaan yang beredar. Namun satu hal yang pasti, viralnya video tersebut telah membuka kembali perhatian publik terhadap pengawasan distribusi solar subsidi yang selama ini kerap menjadi sasaran praktik pelangsiran di berbagai daerah.
Media ini membuka ruang hak jawab, hak koreksi, dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (***)

Tinggalkan Balasan