MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Misteri Berdarah di Mannuruki, Wanita 24 Tahun Tewas Digorok, Pelaku Menyerahkan Diri

Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara di sebuah kos di Jalan Mannuruki 6, Kecamatan Tamalate, Makassar, setelah seorang wanita berusia 24 tahun ditemukan meninggal dunia dengan luka gorok pada bagian leher.

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Lorong sempit di Jalan Mannuruki 6, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, mendadak menjadi pusat perhatian pada Minggu (14/6/2026) malam. Kawasan yang biasanya tenang itu berubah menjadi lokasi penyelidikan setelah seorang wanita muda ditemukan tewas dengan luka gorok di bagian leher di dalam sebuah kamar kos.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui berinisial A.N.A. (24), seorang perempuan warga Kota Makassar. Sementara pria yang kini diperiksa aparat diketahui berinisial S. (22), warga Kabupaten Gowa.

Peristiwa berdarah itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.00 WITA di kawasan Kos Wijaya, Lorong 1 Mannuruki 6. Hingga kini, penyidik masih mendalami secara intensif rangkaian kejadian yang berujung pada hilangnya nyawa korban.

Informasi awal yang dihimpun menyebutkan, sebelum korban ditemukan meninggal dunia, warga sekitar sempat mendengar adanya keributan dari dalam area kos. Namun tidak ada yang menyangka keributan tersebut akan berakhir dengan sebuah tragedi yang menggemparkan lingkungan sekitar.

Ketua RT setempat, M. Saharuddin, menjadi salah satu pihak pertama yang menerima laporan dari warga mengenai adanya kejadian mencurigakan di lokasi tersebut.

“Menurut keterangan saksi an M.Saharuddi pak Rt 01 Rw 04 menerima telpon dari warganya a.n Hasni ada keributan antara pasangan suami istri di Kos Wijaya ada kabar bahwa ada orang meninggal di Kos Wijaya di Lorong 1 Mannuruki 6,” demikian informasi awal yang diterima dari warga, dikutip media ini, Minggu (14/06)

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan menghubungi perangkat wilayah dan Bhabinkamtibmas agar mendatangi lokasi kejadian.

Saat aparat dan warga tiba di lokasi, korban ditemukan telah tergeletak di atas kasur dalam kondisi tidak bernyawa. Luka serius pada bagian leher serta bercak darah di sekitar tubuh korban menjadi pemandangan yang membuat warga sekitar terpukul dan tidak percaya peristiwa tersebut terjadi di lingkungan mereka.

Dalam waktu singkat, kabar kematian korban menyebar luas. Puluhan warga memadati area sekitar kos untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Namun ketika penyelidikan awal mulai dilakukan, muncul fakta yang mengejutkan.

Seorang pria berinisial S. (22) justru mendatangi aparat dan menyerahkan diri tidak lama setelah peristiwa tersebut terjadi.

Berdasarkan data yang diperoleh, sekitar pukul 21.23 WITA, pria tersebut mendatangi Markas Yon A Pelopor dan menyatakan menyerahkan diri kepada petugas.

Langkah itu memunculkan banyak pertanyaan. Sebab, penyerahan diri terjadi hanya beberapa menit setelah korban ditemukan meninggal dunia.

Tidak berselang lama, tepat sekitar pukul 22.03 WITA, pria tersebut diserahkan kepada personel Resmob Polda Sulawesi Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Fakta penyerahan diri itu kini menjadi salah satu bagian penting yang sedang didalami penyidik dalam mengungkap keseluruhan rangkaian peristiwa.

Di lokasi kejadian, tim identifikasi dan penyidik kepolisian melakukan olah TKP secara menyeluruh. Garis polisi dipasang untuk mengamankan area, sementara sejumlah barang bukti diamankan guna kepentingan penyidikan.

Penyidik juga memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi guna menyusun kronologi lengkap sebelum dan sesudah kejadian.

Meski identitas korban dan pria yang menyerahkan diri telah diketahui, polisi hingga kini masih mendalami hubungan keduanya, motif yang melatarbelakangi peristiwa tersebut, serta kemungkinan adanya faktor lain yang turut memicu tragedi berdarah itu.

Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat karena terjadi di kawasan padat penduduk dan meninggalkan banyak pertanyaan yang belum terjawab.

Apakah tragedi ini dipicu konflik pribadi? Apakah ada persoalan lain yang mendahuluinya? Semua kemungkinan masih didalami penyidik berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi yang telah dikumpulkan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait motif maupun hasil pemeriksaan terhadap pria yang telah menyerahkan diri tersebut.

Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebagai bagian dari proses penyidikan yang masih berlangsung.

Tim redaksi matanusantara.co.id, masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak kepolisian guna mengungkap fakta-fakta di balik misteri berdarah yang menggemparkan kawasan Mannuruki tersebut. (Ramadhan/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini