Rutan Masamba Perketat Pengawasan Internal, Deteksi Dini Kini Jadi Prioritas Utama
MASAMBA, MATANUSANTARA — Upaya memperkuat disiplin pegawai, deteksi dini gangguan keamanan, serta peningkatan kualitas pelayanan warga binaan terus diperkuat di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masamba. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Rapat Internal Penguatan Tugas dan Fungsi (Tusi) Pegawai yang digelar di Aula Rutan Masamba, Jumat (19/06/2026).
Rapat dipimpin langsung Kepala Rutan Kelas IIB Masamba, Syamsul Bahri, S.H., M.H., didampingi jajaran pejabat struktural dan diikuti seluruh pegawai staf serta petugas pengamanan.
Dalam arahannya, Kepala Rutan menegaskan bahwa penguatan deteksi dini menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. Salah satu fokus utama yang mendapat perhatian yakni optimalisasi kinerja Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal).
Melalui sistem pengawasan yang diperketat, jajaran Satops Patnal diminta menyusun laporan harian hasil pemantauan Closed Circuit Television (CCTV) secara berkala untuk diteruskan kepada pimpinan dan dilaporkan ke Kantor Wilayah sebagai bentuk kontrol internal yang berkesinambungan.
Tak hanya itu, jajaran Petugas Penjaga Pintu Utama (P2U) juga diinstruksikan memperketat pemeriksaan badan maupun barang bawaan setiap pegawai yang memasuki area rutan tanpa pengecualian.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen serius dalam menjaga integritas petugas sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan dari dalam lingkungan pemasyarakatan.
Kepada jajaran Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), Syamsul Bahri turut menekankan pentingnya pelaksanaan kontrol fisik rutin pada titik-titik rawan, peningkatan intensitas penggeledahan blok hunian, hingga penyelesaian setiap pelanggaran warga binaan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Di sektor pelayanan, Kepala Rutan juga memberi perhatian terhadap penertiban barang inventaris negara yang digunakan warga binaan, seperti pakaian dan perlengkapan lainnya, agar seluruh aset tetap tercatat dengan baik dan tidak terbawa keluar oleh warga binaan yang telah selesai menjalani masa pidana.
Selain itu, frekuensi Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) juga diminta untuk ditingkatkan guna mempercepat proses pemenuhan hak integrasi warga binaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menariknya, dalam rapat tersebut Kepala Rutan turut memberikan apresiasi kepada Tim Humas Rutan Masamba yang dinilai aktif mengelola media sosial institusi dalam menyampaikan berbagai capaian dan kegiatan positif kepada masyarakat.
Menurutnya, keterbukaan informasi dan publikasi positif menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.
Lebih lanjut, Syamsul Bahri mengingatkan seluruh pegawai agar terus menumbuhkan rasa peduli, rasa memiliki terhadap institusi, serta menghindari sikap apatis dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemasyarakatan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan progres kerja, evaluasi hambatan, serta rencana tindak lanjut oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, dan Kepala Subseksi Pengelolaan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan tingginya antusiasme pegawai dalam menyampaikan masukan serta menyamakan persepsi terhadap kebijakan yang akan diterapkan ke depan.
Seluruh rangkaian rapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, serta diharapkan menjadi momentum memperkuat profesionalisme, sinergi, dan kualitas pelayanan di lingkungan Rutan Kelas IIB Masamba. (***)

Tinggalkan Balasan