Tangis Pecah Iringi Kepulangan Korban KMP Mutiara Sentosa II ke Makassar
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Jalan Sultan Abdullah II, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Rabu (5/8/2026) dini hari. Isak tangis keluarga tak terbendung saat peti jenazah Siti Fatimah (57), korban meninggal dunia dalam tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Madura, tiba di rumah duka.
Kedatangan jenazah menjadi momen paling berat bagi keluarga yang sejak beberapa hari terakhir diliputi kecemasan dan harapan. Suara tangis kerabat pecah saat peti jenazah diturunkan dari ambulans dan dibawa masuk ke rumah untuk disemayamkan sebelum dimakamkan.
Siti Fatimah merupakan warga Makassar yang menjadi salah satu korban jiwa dalam musibah kebakaran KMP Mutiara Sentosa II yang terjadi di perairan utara Madura. Setelah melalui proses identifikasi dan penanganan di Surabaya, jenazah akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah diberangkatkan dari Bandara Juanda Surabaya menggunakan maskapai Sriwijaya Air pada Selasa (4/8/2026) pukul 21.50 WITA melalui Terminal 1A. Pesawat yang membawa jenazah kemudian mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sekitar pukul 00.15 WITA.
Setibanya di Makassar, proses penerimaan dilakukan secara terpadu oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Makassar serta Balai Kesehatan Pelabuhan (BKP) Makassar.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pihaknya menerima dan memfasilitasi pemulangan korban sebelum diserahkan kepada keluarga.
“Malam ini kami menerima satu korban atas nama Siti Fatimah asal Makassar. Korban merupakan penumpang KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan utara Madura,” ujar Arif.
Menurutnya, seluruh tahapan penyerahan dilakukan bersama instansi terkait untuk memastikan proses pemulangan korban berjalan lancar.
“Malam ini kami didampingi KSOP dan Balai Kesehatan Pelabuhan Makassar. Kami bersama-sama menyerahkan korban tersebut kepada pihak keluarga,” tambahnya.
Pemulangan jenazah Siti Fatimah menjadi pengingat duka yang ditinggalkan tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II. Di balik proses evakuasi dan pencarian yang berlangsung berhari-hari, ada keluarga yang harus menerima kenyataan pahit kehilangan orang tercinta.
Malam itu, suasana di rumah duka dipenuhi pelukan, doa, dan air mata. Kepulangan Siti Fatimah ke tanah kelahirannya bukan lagi sebagai penumpang yang hendak bertemu keluarga, melainkan dalam sebuah peti jenazah yang mengakhiri penantian panjang orang-orang yang mencintainya. (***)

Tinggalkan Balasan